Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk Vidjongtius (Foto: Medcom.id/Ilham Wibowo)
Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk Vidjongtius (Foto: Medcom.id/Ilham Wibowo)

Kalbe Harap Stabilitas Keamanan Tetap Terjaga

Ekonomi kalbe farma
Ilham wibowo • 23 Mei 2019 07:20
Jakarta: Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) Vidjongtius berharap situasi kondusif tetap terjaga usai mengetahui hasil akhir Pemilu 2019. Stabilitas keamanan negara penting bagi pelaku industri. Jika situasi dan kondisi kondusif bukan tidak mungkin membuat pelaku industri mampu memaksimalkan kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi.
 
"Namanya pemain industri inginnya keamanan stabil. Seperti rupiah, kita ingin tetap stabil kan gitu," kata Vidjong, ditemui di Kantor Kalbe Farma, Pulomas, Jakarta Timur, Rabu, 22 Mei 2019.
 
Sektor industri dinilai akan terus bertumbuh dengan adanya stabilitas keamanan maupun politik Tanah Air. Ia tetap meyakini kondisi hiruk pikuk yang saat ini terjadi di ibu kota itu pun hanya untuk sementara waktu.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Industri apapun yang dicari itu dalam arti kestabilan keamanan, karena itu berbicara mata rantai suplai, kalau terganggu ya memang bisa terganggu, kalau terjadi terus bisa menganggu juga jangka panjang," ungkapnya.
 
Lebih lanjut, emiten farmasi ini punya rencana besar pada 2019 dengan telah menganggarkan belanja modal atau capital expenditure hingga Rp1,5 triliun. Target pertumbuhan bisnis sebesar delapan persen akan dikejar dengan langkah inovasi seperti produk obat dengan teknologi biotech dan pembangunan pabrik baru.
 
Penambahan anggaran Research and Development (R&D) juga telah dilakukan untuk tahun ini sebesar Rp300 miliar. Anggaran riset ini dialokasikan untuk menghadirkan obat ampuh yang bisa dipakai untuk peserta BPJS Kesehatan.
 
"Kami berharap pemerintah dapat membantu meningkatkan motivasi perusahaan farmasi untuk melakukan riset dan pengembangan produk, seperti memberikan insentif pajak," tuturnya.
 
Saat ini, Kalbe telah berkolaborasi dengan perusahaan kenamaan asal Tiongkok, Shandong Kexin Biochemical, untuk kerja sama teknis transfer teknologi untuk pengembangan erythropoietin (EPO) sebagai bahan baku obat untuk pengobatan penyakit ginjal dan kanker.
 
Selain itu, kerja sama bersama perusahan asal Korea Selatan, Genexine, juga dilakukan dengan membentuk usaha patungan PT Kalbio Global Medika. "Pabrik sudah siap, diharapkan secara fisik siap dan akhir tahun ini mulai komersial produksi bahan baku lokal. Secara bertahap kurangi bahan baku obat impor," paparnya.
 
Lebih lanjut, kontribusi ekspor terhadap pendapatan Kalbe saat ini tercatat baru mencapai enam persen. Target pertumbuhan dicanangkan dalam kurun waktu tiga tahun ke depan ekspor produk Kalbe bisa meningkat menjadi 10 persen.
 
"Kami komitmen investasi pada teknologi baru dan pasien akan terbantu dengan efek samping yang lebih baik," pungkasnya.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif