Kementerian BUMN (Foto: Setkab)
Kementerian BUMN (Foto: Setkab)

Pembentukan Holding Penerbangan Diundur

Ekonomi Holding Penerbangan
Nia Deviyana • 22 Mei 2019 08:38
Jakarta: Rencana Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk membentuk holding penerbangan atau perhubungan udara dipastikan diundur. Sebelumnya, rencana tersebut akan direalisasikan pada semester I-2019.
 
Deputi Jasa Keuangan, Survei, dan Konsultasi Kementrian BUMN Gatot Trihargo mengatakan hingga kini pihaknya masih melakukan pematangan. "Awalnya kita harapkan pada semester I-2019, tapi masih kita kaji dan matangkan dulu. Kita bicarakan dengan regulator dulu," jelas Gatot usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR, Selasa, 21 Mei 2019.
 
Gatot menuturkan sedianya waktu diperpanjang hingga awal semester II-2019 karena terpotong libur Lebaran. "Saat ini yang terpenting disiapkan secara matang, soalnya ke depan liburnya terlalu banyak," imbuhnya.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menteri BUMN Rini Soemarno mengungkapkan ingin membuat industri penerbangan Indonesia layaknya industri penerbangan di Qatar dan Uni Emirat Arab (UEA). Dua negara tersebut telah menggabungkan perusahaan maskapai penerbangan dengan perusahaan pengelola bandara.
 
Selain itu, pembentukan holding penerbangan karena kondisi geografis Indonesia yang merupakan negara kepulauan. Transportasi udara dinilai sebagai transportasi utama untuk menghubungkan gugusan pulau di Indonesia.
 
Di sisi lain, menurutnya, untuk mengoptimalkan industri transportasi udara tersebut perlu sinergi kuat antarperusahaan maskapai dan pengelola bandara. Rini berharap adanya holding penerbangan akan membuat perusahaan lebih besar sehingga kebutuhan keungan serta investasi untuk konektivitas akan lebih mudah diperoleh.
 
"Karena itu yang kita pelajari adalah neraca dari perusahaan ini, holding dibentuk tidak terlepas untuk melihat sehingga neracanya lebih besar, sehingga kita bisa melakuakan investasi yang lebih banyak," jelas Rini.
 
Adapun Kementerian BUMN berencana menjadikan PT Survai Udara Penas (Persero) sebagai induk holding. Sementara anggota holding terdiri dari PT Angkasa Pura I (Persero), PT Angkasa Pura II (Persero), dan PT Garuda Indonesia (Persero).
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif