Menko Perekonomian Darmin Nasution. (FOTO: Medcom.id)
Menko Perekonomian Darmin Nasution. (FOTO: Medcom.id)

Pemerintah Siap Uji Teknologi Pengumpul Omega Kelapa Sawit

Ekonomi kelapa sawit kementerian perekonomian
Ilham wibowo • 24 Mei 2019 18:47
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengaku tertarik dengan teknologi buatan peneliti Jepang yakni pengolahan limbah cair sawit menjadi alga (ganggang). Hasil ekstraksi diyakini bakal memberikan nilai tambah dan manfaat pangan yang lebih besar.
 
"Konsep ini menarik, bayangkan limbah (kelapa sawit) diolah menjadi duit, artinya menjadi DHA, menjadi omega yang katanya malah lebih bersih dari omega 3 dari ikan salmon," kata Darmin usai menghadiri acara Biobased (Circular) Economy Investment Forum, di Ballroom Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Jumat, 24 Mei 2019.
 
Limbah cair sawit menyimpan potensi untuk diolah menjadi alga yang semula hanya bisa ditemukan dari lemak ikan di laut dalam. Tumbuhan sawit dinilai cocok diubah menjadi alga dibandingkan minyak nabati lain berdasarkan faktor melimpahnya bahan baku dan kandungan Biological Oxygen Demand (BOD) yang diolah menjadi 20 part per million (PPM).
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Darmin, pihaknya ingin penelitian dari Universitas Tsukuba Jepang itu terlebih dahulu melalui proses standarisasi untuk bisa diimplementasikan secara komersial. Saat ini, suksesnya produk olahan sawit dari teknologi tersebut baru diklaim berhasil di ruang laboratorium.
 
"Kita tetap pelajari dengan baik karena konsep bagus sekali, mereka bilang teknologinya sudah ada di sana dan kita mau di sini," ujarnya.
 
Darmin memastikan ketertarikan Indonesia untuk meningkatkan nilai tambah olahan sawit akan dilakukan dengan menguji coba teknologi tersebut. Rencananya, perkebunan kelapa sawit yang produktif akan dipilih sebagai percobaan.
 
"Kalau kapasitas banyak sekali tapi kita mau tes dulu di lapangan bukan di laboratorium bagaimana membuat sampah jadi uang. Dia bisa jadi farmasi dan bisa untuk makanan, satu yang layak kita uji," tuturnya.
 
Lebih lanjut, Darmin belum mau berkomentar terkait peluang investasi dari penerapan teknologi yang terbilang baru ini. Ia mengapresiasi keseriusan para peneliti Jepang yang datang langsung ke Indonesia di tengah suasana polemik politik.
 
"Mereka datang dan serius, ada beberapa puluh orang (peneliti dari Jepang) berani datang ke sini," ucap Darmin.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif