Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. (Foto: Medcom.id/Annisa Ayu)
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. (Foto: Medcom.id/Annisa Ayu)

Mendag: Indonesia Siap Kerja Sama Benahi WTO

Ekonomi ktt g20 wto
Ilham wibowo • 03 Juli 2019 11:33
Jakarta: Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) negara anggota G20 di Osaka, Jepang sepakat mengurangi ketegangan perdagangan global dan bekerja sama secara konstruktif untuk melakukan reformasi World Trade Organization (WTO). Para pemimpin G20 juga sepakat memastikan kesetaraan dalam berkompetisi untuk menyediakan iklim usaha yang baik.
 
"Reformasi WTO adalah hal yang sangat mendesak untuk dilakukan. Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, dalam hal ini yang menjadi fokus dan prioritas Indonesia adalah mekanisme penyelesaian sengketa," ujar Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita melalui keterangan resmi, Rabu, 3 Juli 2019.
 
Menurut Enggar, dalam KTT G20 tersebut Presiden Jokowi secara khusus menyatakan kembali sikap Indonesia bahwa reformasi WTO penting segera dilaksanakan untuk mengatasi ketidakpastian dan dampak negatif dari perang dagang yang terjadi saat ini. Seluruh negara harus memberikan komitmen untuk bekerja sama memperbaiki sistem perdagangan multilateral agar dapat memberikan manfaat bagi semua negara dan tetap relevan seiring dengan perkembangan zaman.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Indonesia juga telah memberikan masukan kepada G20 mengenai langkah-langkah yang perlu segera dilakukan terkait reformasi WTO.
 
"Pada prinsipnya, Indonesia siap bekerja sama dengan negara-negara lain untuk terus meningkatkan kinerja WTO," tegas Enggar.
 
Terkait usaha negara anggota G20 dalam mengatasi kapasitas baja dunia yang berlebih, kesepakatan atas perpanjangan mandat Global Forum on Steel Excess Capacity (GFSEC) masih terus didiskusikan hingga akhir tahun ini. Seluruh negara anggota G20 diharapkan dapat bekerja sama untuk menghasilkan keputusan secara konsensus.
 
Sebelumnya, Indonesia dan sebagian besar negara anggota Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) menyuarakan keprihatinan terkait krisis yang tengah dihadapi WTO saat ini. Organisasi internasional itu dianggap tidak lagi becus mengatur tata perdagangan global sebagai forum perundingan, monitoring, dan penyelesaian sengketa.
 
Hal tersebut lantas memengaruhi tingkat kepercayaan publik dan bisnis terhadap sistem perdagangan multilateral. APEC pun memandang harus ada upaya kolektif untuk mengembalikan peran dan fungsi WTO ke jalan yang tepat melalui skema reformasi.
 
"Penguatan WTO perlu dilakukan segera dengan fokus pada penyelesaian isu prioritas seperti mengatasi macetnya proses pemilihan anggota Appellate Body WTO. Semua pihak bertanggung jawab mengembalikan WTO yang berlandaskan pada aturan, bebas, terbuka, adil, transparan, dan inklusif," ujar Menteri Perdagangan Republik Indonesia Enggartiasto Lukita saat menghadiri APEC Ministers Responsible for Trade (MRT) Meeting di Vina Del Mar, Chile, Minggu, 19 Mei 2019.
 
G20 atau Kelompok 20 Ekonomi Utama berdiri 1999. Anggota G20 terdiri atas 19 negara dan Uni Eropa. G20 mewakili 85 persen pendapatan dunia, 75 persen perdagangan dunia, 80 persen sumber investasi global, dan 66 persen penduduk dunia.
 
Negara anggota G20 adalah Afrika Selatan, Amerika Serikat, Arab Saudi, Argentina, Australia, Brasil, Inggris, India, Indonesia, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, Korea Selatan, Meksiko, Prancis, Rusia, Tiongkok, Turki, dan Uni Eropa. Indonesia adalah satu-satunya anggota ASEAN yang masuk dalam kelompok 20 negara ekonomi terbesar dunia ini.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif