"Kami berhasil mengumpulkan data dan info mengenai tarif peraturan ekspor negara tujuan, peraturan impor dari negara tujuan, dan ketentuan-ketentuan yang dibutuhkan. Itu semua kami bangun dalam satu sistem integrasi," jelas Enggar di sela kegiatan Trade Expo Indonesia (TEI) 2019, Rabu, 16 Oktober 2019.
Enggar berharap laman tersebut dapat membantu pengusaha, utamanya dari unit Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mendapatkan informasi yang cepat, ter-update, dan tanpa biaya.
"Bila masih ada yang kurang jelas infonya, kami juga menyediakan help desk di TEI 2019. Help desk kami kerahkan untuk memberikan pelayanan publik mengenai ekspor, impor, maupun investasi," imbuh Enggar.
Help desk, lanjut Enggar, diisi oleh pegawai Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Perindustrian, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Kementerian Pertanian (Kementan), Kementerian Perdagangan, Badan POM, hingga Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
Enggar menargetkan gelaran TEI 2019 dihadiri lebih dari 35 ribu eksportir, importir, dan investor, atau meningkat 15 persen dari tahun lalu. Adapu dalam tiga tahun terakhir, TEI berhasil diselenggarakan tanpa bertumpu pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"Ini semua berkat kerja sama yang solid dengan pengusaha-pengusaha Indonesia," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News