Direktur Utama Bulog Budi Waseso (Bulog) bersama jajaran direksi Bulog. Foto: Medcom.id/Ilham Wibowo.
Direktur Utama Bulog Budi Waseso (Bulog) bersama jajaran direksi Bulog. Foto: Medcom.id/Ilham Wibowo.

Buwas: Bulog Makin Kuat Usai Pergantian Direksi

Ekonomi bulog Pergantian Direksi BUMN
Ilham wibowo • 26 November 2019 13:22
Jakarta: Perombakan direksi di jajaran perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) diyakini bisa lebih memperkuat lini bisnis hingga tercapainya target penugasan negara. Penempatan para pejabat Eselon I Kementerian BUMN di perusahaan pun dinilai memiliki banyak manfaat penting.
 
Seperti misalnya Gatot Trihargo yang sebelumnya menjabat sebagai Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan Kementerian BUMN kemudian ditugaskan menjadi wakil direktur utama Perum Bulog. Kehadiran Gatot diyakini bakal menambah warna baru terutama merealisasikan strategi pengembangan bisnis.
 
"Enggak ada masalah, Pak Wadirut itu kan memperkuat Bulog, justru dari dikirim ke Bulog itu untuk memperkuat Bulog," kata Direktur Utama Bulog Budi Waseso (Bulog) saat meresmikan Panganandotcom di Kompleks Pergudangan Bulog Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa, 26 November 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam kesempatan ini, Buwas turut memperkenalkan kepada Gatot langkah Bulog yang berambisi menjadi supermall pangan online terbesar di Indonesia. Langkan itu pun telah dilakukan dengan pemanfaatan gudang Bulog berkolarborasi dengan sejumlah e-commerce.
 
"Jadi saya berterima kasih kepada Pak Menteri (Erick Thohir) karena beliau (Gatot) berpengalaman di Kementerian BUMN, nah sekarang fokus kepada satu di jajaran BUMN yaitu Bulog," ujarnya.
 
Bulog, kata Buwas, siap menangkap peluang pemanfaatan teknologi digital dalam industri 4.0. Manfaat penjualan produk kebutuhan pangan komersial dari petani lokal diproyeksikan bisa maksimal.
 
"Menurut riset dari Google Temasek dan lainnya 2019, pasar e-commerce Indonesia USD20,9 miliar atau setara Rp290 triliun jangan dibiarkan dan itu sebabnya ayo kita raih," ungkap mantan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) ini.
 
Kehadiran Gatot di jajaran Bulog juga akan membantu dalam memperbaiki kinerja keuangan agar bisa terus menyerap beras petani lokal. Bulog saat ini masih mengandalkan dana pinjaman bank dan masih menanggung utang yang mencapai Rp28 triliun.
 
Meski menanggung utang besar, lini bisnis Bulog diproyeksikan akan segera membaik setelah mengambil alih program sosial pangan nasional yakni Kartu Sembako. Bulog telah menyediakan 12 paket pilihan pangan seharga Rp150 ribu dalam program yang digulirkan mulai Januari 2020 tersebut.
 
Selain itu, Bulog juga tengah mengajukan pemenuhan pangan bagi seluruh anggota TNI, Polri dan ASN. Pangsa pasar beras Bulog pun diyakini bisa terus tumbuh lantaran telah memiliki 50 jenis produk baik beras premium, medium, hingga bervitamin.
 
"Saya sampaikan Bulog terlilit utang karena sistem dan regulasinya, tapi saya tidak menyerah lalu kecil hati, Bulog harus 50:50 antara penugasan dan komersial. Ayo kreatif dan buat terobosan, saya ingin negara punya king market," ungkapnya.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif