Cangkul dipakai petani lokal. Foto : MI/Palca Amalo.
Cangkul dipakai petani lokal. Foto : MI/Palca Amalo.

Harga Cangkul Lokal Kurang Bersaing dengan Tiongkok

Ekonomi Impor Cangkul
Media Indonesia • 24 November 2019 13:00
Cibatu: Pengusaha logam Cibatu, Jawa Barat, mengungkap kendala Indonesia masih mengimpor cangkul. Salah satu kendalanya adalah Indonesia masih harus mengimpor bahan baku untuk membuat cangkul.
 
Hal itu diungkapkan oleh pengusaha logam Cibatu Asep Rohaendi atau Asro di sela-sela kunjungan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM) Teten Masduki, kemarin. Ditambah harga cangkul Indonesia kalah dari Tiongkok.
 
Sehingga, dia berharap kedatangan Menkop UKM ke Sukabumi ini bisa menjadi solusi bagi perajin cangkul di Kabupaten Sukabumi mulai dari penyediaan bahan baku, pemasaran hingga penguatan modal usaha.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Teten Masduki menilai cangkul yang diproduksi perajin logam di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, lebih berkualitas dibandingkan produk impor dari Tiongkok.
 
"Dari hasil kunjungan langsung ke bengkel produksi cangkul di Cibatu, Kecamatan Cisaat, saya sempat membandingkan kualitas cangkul produksi perajin daerah di sini dengan cangkul impor dari Tiongkok. Hasilnya kualitas cangkul perajin Cibatu jauh lebih berkualitas," katanya dikutip dari Media Indonesia, Minggu, 24 November 2019.
 
Menurut dia, cangkul yang dibuat perajin logam Cibatu bentuknya lebih bagus halus dan lebih lebar. Sementara, cangkul dari Tiongkok permukaannya kasar, kecil dan kemungkinan tidak bisa tahan lama.
 
Tidak hanya itu, ternyata di daerah lain pun kualitas cangkulnya sangat baik jika dibandingkan dengan impor. Maka dari itu, pihaknya menginginkan tidak ada lagi impor cangkul ke Indonesia karena produk karya anak bangsa lebih mumpuni.
 
Teten mengatakan saat ini yang masih menjadi kendala adalah cangkul yang dibuat perajin dalam negeri khususnya dari Cibatu belum sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI). Sehingga, pihaknya akan mencarikan melakukan berbagai pembinaan sekaligus pelatihan untuk perajin cangkul agar produksinya sesuai standar.
 
"Kami ingin mendongkrak skala produksi cangkul produk UMKM ini karena, tugas utama saya sebagai Menkop UKM adalah menjaga keberadaan pelaku UKM agar tetap bisa berkarya dan pendapatannya terus meningkat," tambahnya.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif