Menaker Ida Fauziah. Foto : MI/Mohhamad Irfan.
Menaker Ida Fauziah. Foto : MI/Mohhamad Irfan.

Pemerintah Bakal Gandeng Bank Asing untuk Penyaluran KUR TKI

Ekonomi tki kur
Eko Nordiansyah • 12 November 2019 16:20
Jakarta: Pemerintah berencana menggandeng bank asing untuk penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) untuk tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri. Apalagi selama ini KUR TKI menyumbang kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) yang cukup tinggi dari keseluruhan NPL KUR.
 
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah mengatakan tingginya NPL untuk KUR TKI karena akses perbankan yang dimiliki para TKI minim. Apalagi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menyarankan adanya kerja sama penyalur KUR dengan bank asing.
 
"OJK menyarankan untuk kerja sama sama bank-bank di daerah penempatan di negara penempatan sehingga mereka bisa mengirimkan nyicil," kata dia di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Selasa, 12 November 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


NPL KUR tercatat sebesar 1,31 persen atau masuk dalam kategori rendah. Sementara jika kredit macet KUR TKI tidak dihitung, rasio kredit macetnya bisa lebih rendah ke 0,9 persen.
 
Ida menambahkan mayoritas penyalur KUR adalah bank-bank BUMN. Sayangnya, tak banyak bank BUMN yang memiliki kantor cabang di luar negeri. Sementara bank swasta yang telah menjadi penyalur KUR hanya memiliki kewenangan di dalam negeri.
 
"Di Jepang misalnya, dan Jerman dan kita sedang mengupayakan bentuk Government to Government (G to G). jaminan perlindungan mereka bisa didapatkan karena proses G to G. Dan tadi karena proses G to G, kita berusaha untuk dapat kerja sama di bank negara tersebut," jelas dia.
 
Sampai dengan 30 September 2019, penyaluran KUR tercatat telah mencapai Rp115,9 triliun. Penyaluran KUR sudah mencapai 82,79 persen dari target tahun ini yang sebesar Rp140 triliun.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif