Deputi bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno. (FOTO: Medcom.id/Suci Sedya Utami)
Deputi bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno. (FOTO: Medcom.id/Suci Sedya Utami)

Kementerian BUMN Bantah PHK Massal Krakatau Steel

Ekonomi krakatau steel kementerian bumn
Suci Sedya Utami • 27 Juni 2019 18:38
Jakarta: Deputi bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Fajar Harry Sampurno membantah isu mengenai pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ribuan pegawai PT Krakatau Steel (Persero) Tbk.
 
Fajar mengatakan yang dilakukan oleh Krakatau Steel saat ini yakni restrukturisasi organisasi dan keuangan. Dia bilang kabar mengenai PHK tidaklah benar. Dirinya pun tidak mengetahui dari mana sumber kabar tersebut berasal.
 
"Tidak ada PHK. Semuanya dibereskann restrukturisasi organisasi. Jadi tidak ada urusan dengan PHK dulu," kata Fajar ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis, 27 Juni 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Adapun perampingan yang tengah dilakukan Krakatau Steel terhadap beberapa divisi atau unit, kata Fajar, tidak berarti memangkas jumlah pegawai. Namun merampingkan jumlah unit-unit yang ada.
 
"Kalau tidak salah beberapa ribu itu duplikasi jabatan segala macam itu dibereskan, rangkap jabatan itu dibereskan. Kalau misalnya rangkap jabatan dua ya tidak boleh dong. Maka dibuat jadi satu," tutur Fajar.
 
Dia mengakui kecuali untuk perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT). Apabila pegawai tersebut sudah berakhir masa kontraknya dan perusahaan memilih untuk tidak memperpanjang kontrak tersebut.
 
Sementara itu Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim buka suara terkait kabar mengenai PHK yang dilakukan terhadap ribuan karyawan perusahaan baja nasional tersebut.
 
Silmy menjelaskan saat ini KS tengah dalam proses restrukturisasi baik dari sisi organisasi dan juga keuangan karena talah bertahun-tahun merugi dan dilanda utang. Dia bilang dari sisi organisasi, manajemen memang tengah melakukan perampingan unit atau divisi yang tentu amat sangat berhubungan dengan para karyawan.
 
Perampingan ini, kata Silmy, sebagai langkah untuk mengoptimalisasi seluruh unit yang ada. Dia membeberkan perampingan dilakukan pada organisasi yang semula berjenjang dan lebar menjadi lebih ramping.
 
"Perampingan ini merupakan keharusan dan merupakan bagian dari program restrukturisasi KS. Masalah KS ini sudah dari 10 tahun lalu, sehingga untuk menyelamatkan KS harus dilakukan dengan proses restrukturisasi," kata Silmy pada Medcom.id, Senin, 24 Juni 2019.
 
Mantan Direktur PT Pindad (Persero) ini mengatakan proses restrukturisasi sedianya telah dimulai sejak Januari 2019 atau tiga bulan setelah dirinya ditugaskan untuk menakhodai KS.
 
Perampingan dilakukan pada divisi-divisi yang semuala menjadi beban dalam arti menyedot biaya atau cost center, kemudian dirombak agar bisa menjadi penghasil atau profit center. Caranya dengan melayani atau bermitra bersama perusahaan lain.
 
"Misalnya divisi water treatment atau divisi yang melayani manajemen logistik, atau divisi yang menangani aset-aset tanah KS, ini akan optimal melayani perusahaan lain. Dan dia bisa mendapat pendapatan dari perusahaan lain," tutur Silmy.
 
Sebelumnya beredar surat Nomor 73/Dir.sdm-ks/2019 perihal Restrukturiasi Organisasi PT KS (Persero) Tbk. Dalam surat tersebut menyatakan demi mendukung program perusahaan untuk memperbaiki kinerja dan daya saing perusahaan, manajemen memutuskan untuk melakukan penataan organisasi yang kompetitif, efisien, dan efektif yang selaras dengan strategi rencana jangka panjang perusahaan (RJPP) 2018-2022.
 
Penataan organisasi dilakukan dengan cara melakukan pengurangan posisi dan jumlah karyawan yang bekerja sebesar 30 persen dari total posisi dan jumlah karyawan. Dalam surat tertulis, hingga Maret 2019, jumlah posisi di PT KS sebanyak 6.264 posisi dengan jumlah pegawai sebanyak 4.453 orang.
 
Menurut surat tersebut, hingga 2022, KS akan melakukan perampingan posisi menjadi 4.352 posisi dengan pengurangan pegawai berkisar di angka 1.300 orang. Dengan adanya pengurangan posisi dan pegawai itu, PT KS akan mengoptimalkan tenaga kerja muda dengan melakukan perluasan tanggungan pekerjaan dan peningkatan variasi pekerjaan.
 

(AHL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif