Ilustrasi. (FOTO: dok MI)
Ilustrasi. (FOTO: dok MI)

Tarif Cukai Plastik Tergantung Tingkat Keramahan Lingkungan

Ekonomi Cukai Plastik
Nia Deviyana • 09 Juli 2019 18:44
Jakarta: Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tengah mengkaji aturan mengenai cukai plastik. Usulan terkait cukai plastik disampaikan dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI.
 
Direktur Teknis dan Fasilitas Cukai Kemenkeu Nirwala Dwi Heryanto menjelaskan besaran tarif cukai plastik yang diusulkan bervariasi, tergantung tingkat keramahan terhadap lingkungan. Hal tersebut diukur dari berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengurai kantong plastik tersebut.
 
"Pengendalian kantong plastik dengan cukai lebih tepat karena besaran tarif yang dikenakan berdasarkan karakter barangnya," ujar Nirwala saat mengisi Focus Group Discussion (FGD) dengan tema "Pengembangan Industri Plastik dengan Berorientasi pada Lingkungan" di Kantor Kemenperin, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa, 9 Juli 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dengan demikian, artinya besaran tarif cukai yang dikenakan pada plastik akan berbeda-beda sesuai gradasinya, bahkan ada plastik yang dibebaskan dari cukai.
 
"Gradasinya yang paling tidak ramah lingkungan itu tarif normalnya Rp30 ribu per kilogram (kg) atau Rp200 per lembar. Ada juga Rp150 per lembar, itu yang 0,75 mikron ketebalannya, yang tipis-tipis," jelas Nirwala.
 
Dia melanjutkan aturan berbeda juga berlaku pada plastik tertentu. Contohnya plastik mi instan, tidak dikenakan cukai karena belum tergantikan.
 
Pada kesempatan yang sama, Sekjen Industri Olefin Aromatik dan Plastik Indonesia (Inaplas) Fajar Budiono menilaipemberlakuan cukai plastik justru dapat menyebabkan beberapa potensi kerugian. Sebab, dengan demikian jumlah penggunaan plastik akan mengalami penurunan yang kemudian berdampak pada menurunnya pendapatan industri daur ulang plastik.
 
"Kalau dilihat dari segi pendapatan negara juga tidak sebanding dengan pajak penghasilan (PPh) dari industri daur ulang. Pendapatan yang bisa diperoleh cuma Rp500 miliar, sementara potensi pemasukan dari PPh bisa di atas itu," ujarnya.
 
Selain itu, Fajar menilai pemberlakuan cukai plastik berpotensi menghambat investasi. Pasalnya jika permintaan menurun, maka bisa menyebabkan dampak yang kurang baik bagi investor bahan baku plastik.
 
"Artinya akan ada gap antara kebutuhan dan penawaran, sehingga kebijakan seperti cukai plastik ini bisa mengerem investasi bahan baku," pungkasnya.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif