Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengatakan, bahwa langkah ini merupakan cara pemerintah daerah Purwakarta untuk menghidupkan ekonomi kreatif dan pariwisata lokal.
"Sekali show, membutuhkan Rp20 juta untuk operasional, tetapi bisa membuat pedagang, restoran, café, souvenir shop, dan 1.500 UMKM di Purwakarta hidup dan memperoleh omzet di atas Rp2 juta. Tugas pemda adalah mendorong ekonomi bergulir," tutur Dedi Mulyadi dikutip dalam keterangannya di Jakarta, Rabu 22 Februari 2017.
Dia menjelaskan, Taman Air Mancur Sri Baduga ini telah melalui proses panjang, multi years, untuk menjadi seperti sekarang. Karena itu, disebut Peresmian Tahap III Taman Air Mancur ini di 2017.
"Wajah Kota Purwakarta kami tata dengan rapi, bersih, dan taman yang indah," jelas Kang Dedi, panggilan Bupati Dedi Mulyadi yang Ketua DPD Golkar Jabar itu.
Menurut dia, Taman Air Sri Baduga awalnya adalah danau kecil yang disebut dengan Situ Buleud. Situ itu danau, buleud itu artinya bulat. Karena berada di tengah-tengah kota.
Kini air mancur Taman Sri Baduga ini sudah menjadi air mancur terbesar se Asia Tenggara, dengan luas tiga hektare (ha). Air mancur ini merupakan pengembangan dari destinasi wisata Situ Buleud yang dibangun sejak 2013 dan mulai diresmikan tahap pertama pada Januari 2014.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News