Gubernur BI Agus DW Martowardojo mengatakan tingkat suku bunga acuan sudah cukup memadai. Penurunan suku bunga hingga September tersebut melihat tingkat inflasi Indonesia yang terjaga rendah dan perkembangan ekonomi di Amerika Serikat (AS).
"Kita lihat dengan menurunkan suku bunga acuan, tingkat bunga ini sudah cukup memadai. Cukup memadai itu sebenarnya adalah ungkapan yang kita rasa cukup," kata Agus Marto, seperti diberitakan Kamis 28 September 2017.
Dia menambahkan, tingkat inflasi pada tahun ini sudah terjaga baik. Pada dua tahun mendatang, yakni periode 2018 dan 2019, tingkat inflasi diproyeksikan akan berada pada titik tengah dari target BI yang dipatok kisaran 3,5 persen plus minus 1 persen. Dengan demikian memberi keyakinan BI untuk melakukan pelonggaran kebijakan moneter melalui suku bunga acuan.
"Selain itu, defisit transaksi berjalan kita lihat dalam kondisi sehat, karena kita perkirakan transaksi berjalan di 2017 akan ada di bawah dua persen dari PDB, dan di 2018 itu akan ada di bawah 2,5 persen dari PDB," tegas Agus yang pernah menjabat posisi Menkeu di era Presiden SBY.
Walaupun suku bunga acuan di posisi rendah, dia menekankan bank sentral telah mengantisipasi adanya ketidakpastian global, terlebih The Fed akan meningkatkan suku bunganya di akhir 2017. "Kita sudah antisipasi kondisi global. Kita juga lihat intermediasi perbankan juga harus ditingkatkan dan kita lihat ini juga baik untuk pertumbuhan ekonomi," pungkas pria kelahiran 1956 tersebut.
Belum lama ini, BI memutuskan untuk menurunkan BI 7-day Reverse Repo Rate sebesar 25 bps dari 4,5 persen menjadi 4,25 persen setelah pada bulan lalu juga menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 bps. Sejak periode Januari 2016 hingga Agustus 2017, bank sentral telah menyusutkan suku bunga acuan sebesar 175 basis poin atau 1,75 persen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News