Charoen Pokphand Siap Bantu Tekan Harga Daging Ayam
Ilustrasi penjual daging ayam. (FOTO: Medcom.id/Patricia Vicka)
Jakarta: PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) siap membantu Pemerintah menurunkan harga daging ayam yang saat ini terpantau naik karena momen Ramadan.

President Direktur CPIN Tjiu Thomas Effendy mengatakan permintaan masyarakat di Ramadan terhadap kebutuhan bahan pokok, termasuk daging ayam, mengalami peningkatan.

"Karena ada permintaan tinggi, harga ayam tinggi. Tapi kami ikuti anjuran pemerintah bahwa harga ayam jangan terlalu tinggi karena itu mempengaruhi inflasi," ujarnya di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Rabu malam, 23 Mei 2018.

Namun demikian, pihaknya belum menargetkan berapa persediaan yang akan digelontorkan untuk menstabilkan harga daging ayam.

"Kalau sesuai permintaan dari kementerian. Apabila ada permintaan untuk melakukan operasi pasar (OP), kita pasti support," tambahnya.

Perusahaan produsen pakan dan ternak tersebut menjual harga daging ke pihak ketiga. Saat ini harga daging ayam yang sudah dipisahkan kepala, ceker, dan jeroan atau ayam karkas dibanderol Rp28.500 per kilogram (kg).

Oleh sebab itu, pihaknya tidak dapat mengatur harga sendiri dan akan mengikuti harga sesuai permintaan pemerintah.

"Nah dengan permintaan pemerintah itu artinya semua yang pemain diminta ya harus (sesuaikan)," tutupnya.

Kementerian Pertanian (Kementan) sebelumnya mengungkapkan pelemahan rupiah secara tidak langsung turut menaikkan harga ayam jenis broiler hingga Rp4.000 per ekor.

Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan Agung Hendriadi mengatakan kenaikan tersebut terjadi dalam dua hingga tiga hari belakangan ini.

"Daging ayam memang naik dua tiga hari kemarin, dari Rp32 ribu menjadi Rp36 ribu per ekor," ujarnya.

Ia menjelaskan, bermula dari kenaikan harga pakan sekitar Rp100 hingga Rp150 per kilogram (kg). Hal tersebut karena pemerintah mengimpor bahan dasar pakan ayam.

Kondisi keuangan global yang belum kondusif membuat kenaikan pakan berimbas pada ayam jenis Days Old Chicken (DOC) atau ayam anakan yang naik Rp500 per ekor.

 



(AHL)