Penukaran Uang di Monas Dibatasi Rp3,7 Juta
Deputi Gubernur BI Rosmaya Hadi (kanan). (FOTO: Medcom.id/Eko Nordiansyah)
Jakarta: Bank Indonesia (BI) membatasi penukaran uang di IRTI Monas, Jakarta Pusat sebesar Rp3,7 juta. Pembatasan ini dilakukan agar masyarakat tidak menukar banyak uang sehingga menghindari penggunaan uang untuk ditukarkan lagi secara tidak resmi.

"Kita pakai sistem satu paket jadi enggak banyak-banyak. Kita pakai paket kecil itu senilai Rp3,7 juta," kata Deputi Gubernur BI Rosmaya Hadi ditemui di IRTI Monas, Jakarta Pusat, Rabu, 23 Mei 2018.

Dengan menukarkan senilai Rp3,7 juta, masyarakat akan mendapatkan pecahan Rp20.000, Rp10.000, Rp5.000, dan Rp2.000 yang masing-masing berisi 100 lembar. Jika tidak, masyarakat bisa menukar sejumlah pecahan sebanyak 100 lembar per pecahan.

Masyarakat harus membawa KTP sebagai syarat untuk menukarkan uang. Nantinya nomor induk kependudukan (NIK) akan di-input oleh petugas bank ke sebuah sistem yang terintegrasi sehingga NIK yang sama tidak bisa dua kali bertransaksi.

"Dan masyarakat itu harus pakai KTP supaya enggak satu orang itu bolak-balik, dia setiap berapa menit antre lagi antre lagi terus kemudian dijual. Jadi kesemepatan untuk menjualbelikan uang itu tidak ada," kata dia.

Meski begitu, BI tetap membuka kemungkinan agar masyarakat bisa kembali menukar dengan KTP yang sama. Namun mereka diharuskan kembali tiga hari kemudian, di lokasi yang sama.

"Buat yang punya KTP sama itu bisa lagi kembali di hari ketiga. Mungkin karena cucunya banyak, anaknya banyak. Oleh karena itu untuk masyarakat jangan pernah menukar di tempat resmi," pungkasnya.

 



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id