Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat menggelar operasi pasar telur murah. (FOTO: Medcom.id/Kautsar)
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat menggelar operasi pasar telur murah. (FOTO: Medcom.id/Kautsar)

Operasi Pasar Telur Murah, Angin Segar bagi Warga

Ekonomi telur ayam telur
Kautsar Widya Prabowo • 20 Juli 2018 10:46
Jakarta: Langkah pemerintah menggelontorkan operasi telur murah yang dibanderol Rp16 ribu per kilogram (kg), menjadi angin segar untuk masyarakat. Sudah sepekan ini masyarakat dipaksa merogoh kocek dalam hanya demi memenuhi asupan protein hewani.
 
Sepekan lalu harga telur di beberapa pasar, melambung tinggi menyentuh Rp30 ribu per kg, jauh dari harga acuan di tingkat konsumen Rp22 ribu per kg yang diatur berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 27 Tahun 2017.
 
Kementerian Perdagangan (Kemendag) selaku salah satu regulator langsung turun tangan dengan mengadakan rapat tertutup yang mengundang Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar), Gabungan Organisasi Peternak Ayam (Gopan), Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Satuan Tugas (Satgas) Pangan, serta stakeholder terkait.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Beberapa faktor coba dipetakan untuk mengetahui titik permasalahan tingginya harga telur. Mulai dari rantai dagang yang panjang, libur Lebaran yang membuat persediaan ayam petelur menipis, pelarangan pengunaan Antibiotics Growth Promoter (AGP), cuaca ekstrem,ajang piala dunia, hingga pilkada serentak coba disangkutpautkan.
 
Kemendag pun mengambil sikap melakukan intervensi pasar dengan meminta integrator dapat menggelontorkan persediaan telur ke pasar-pasar yang menerapkan harga jual tinggi. Langkah tersebut berlaku dalam waktu seminggu, terhitung 16 Juli hingga 23 Juli 2018.
 
Selang tiga hari keputusan tersebut dilontarkan, Kementerian Pertanian (Kementan) mengadakan operasi telur murah, dengan menggelontorkan 100 ton telur yang disebar ke 50 titik di Jabodetabek, terdiri dari 43 pasar, enam perumahan, dan satu Toko Tani Indonesia (TTIC).
 
Tentunya langkah tersebut disambut baik oleh warga yang salah satu lokasi penjualannya berada di TTIC. Pelepasan itu dipimpin langsung oleh Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman.
 
Sejak pukul 10.00 WIB beberapa warga sudah mulai menunggu di pintu gerbang, padahal mereka baru bisa membeli pada pukul 12.00 WIB.
 
Amran pun melakukan simbolisasi dengan berjualan telur murah yang diberikan warga. Sejak saat itu penjualan telur murah resmi diberlakukan. Tak ayal, antrean mengular kurang lebih sepanjang 10 meter. Warga diberikan jatah pembelian 3 kg yang kurang lebih berisi 16 butir telur.
 
Operasi Pasar Telur Murah, Angin Segar bagi Warga
Kementan menggelar operasi pasar telur. (FOTO: Medcom.id/Kautsar)
 
Wiranto, 76, salah satu pembeli telur murah rela mengantre panjang walaupun dirinya sudah tak muda lagi. Demi telur, dia tak patah semangat mengantre, di mana telur tersebut untuk dikonsumsi dengan lima anggota keluarganya.
 
"Dikonsumsi di rumah sendiri dengan lima orang di rumah, mereka sehari bisa menghabiskan 1 kg telur," ujarnya kepada Medcom.id.
 
Ia mengaku sempat merasakan kenaikan harga yang signifikan menyentuh Rp30 ribu per kg yang terasa memberatkan. Dia berharap tidak ada kenaikan harga lagi, minimal harga dipatok Rp20 ribu per kg.
 
"Kalau bisa sampai di Rp20 ribu per kg, sesuai dengan kemampuan, karena kebutuhan tidak untuk telur saja, masih banyak," imbuh Wiranto.
 
Lain halnya dengan Yanto, 59, warga Jati Padang yang akan memanfaatkan telur murah untuk dijual menjadi lauk siap saji. Telur tersebut akan dijadikan dua variasi, telur dadar dan telur bulat bumbu balado.
 
"Satu porsi telur jadi dijual Rp3 ribu, dengan variasi yang macam-macam, ada telur balado dan dadar," imbuh Yanto.
 
Seperti warga lainya, sebelumnya dia sempat merasakan harga telur menyentuh Rp26 ribu per kg di Pasar Minggu. Terlebih kalau melakukan pembelian di pengecer dikenakan tarif Rp30 ribu per kg. Dia pun merasa terbantu dengan langkah operasi pasar tersebut karena dapat menghemat pengeluaran hingga Rp10 ribu.
 
"Ya ini membantu kita, biasanya belanja Rp30 ribu, jadi untung Rp10 ribu. Mudah-mudahan ini berjalan terus," tuturnya.
 
Sementara Nur, 27, memiliki misi mulia dalam pembelian telur murah ini. Dia bersama temannya memiliki kebiasaan membagi-bagikan makanan kepada warga kurang mampu setiap Jumat. Oleh karena itu, dia membeli telur sebanyak 3 kg untuk dibagi-bagikan.
 
"Beli ini buat bagi-bagi mas, biasanya beli 10 kg, dengan dana Rp250 ribu ya buat dibagi-bagi," tambahnya.
 
Dia berharap harga telur di pasar bisa dipatok sebesar Rp24 ribu per kg. Namun, jika masih ada kenaikan harga di pasar, pemerintah dapat melakukan operasi pasar dalam rentang waktu satu minggu sekali.
 
"Murah banget jika dibandingkan kemarin beli di TTIC. Kalau bisa agenda ini seminggu sekali lah," imbuh Nur.
 
Saat operasi pasar telur, hanya dalam tempo dua setengah jam saja telur murah yang berjumlah kurang lebih dua ton habis ludes dibeli masyarkat sekitar TTIC.
 
Langkah dini yang dilakukan Kementan akan terus dilakukan hingga kondisi harga "si oval cokelat" stabil. "Insyaallah satu minggu turun, sekarang harga sudah mulai turun. Ini langkah nyata (pemerintah). Kalau sudah terlalu turun, di rem dikit ya, nanti peternaknya marah," pungkas Amran.
 

 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif