Kuartal I-2018

Adira Finance Catat Laba Bersih Rp443 Miliar

Angga Bratadharma 04 Mei 2018 17:10 WIB
adira dinamika multifinance
Adira Finance Catat Laba Bersih Rp443 Miliar
Ilustrasi (Foto: Medcom.id/Angga Bratadharma)
Jakarta: PT Adira Dinamika Multifinance Tbk (Adira Finance) mencatat laba bersih sebesar Rp443 miliar hingga kuartal I-2018. Adapun perolehan tersebut meningkat sebanyak 35,2 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya yang sebesar Rp328 miliar.

Direktur Utama Adira Finance Hafid Hadeli menjelaskan kenaikan laba bersih ini terutama didorong oleh pertumbuhan pada pendapatan bunga. Pendapatan bunga tumbuh karena adanya pertumbuhan penyaluran pembiayaan dan penurunan biaya pendanaan yang didukung oleh lingkungan suku bunga yang menurun.

"Secara keseluruhan, total pendapatan tercatat tumbuh 13,3 persen menjadi Rp2,4 triliun pada kuartal I-2018. Sementara itu, total beban mencatatkan kenaikan sebesar 9,8 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu menjadi Rp1,8 triliun," kata Hafid, di Jakarta, Jumat, 4 Mei 2018.

Di sisi lain, lanjutnya, pertumbuhan penjualan sepeda motor baru dan mobil baru turut memberikan dampak terhadap peningkatan penyaluran pembiayaan Adira Finance. Pada kuartal I-2018, Adira Finance berhasil mencatatkan pertumbuhan pada penyaluran pembiayaan baru lebih besar dari pertumbuhan pasar otomotif.

"Kami membukukan pembiayaan baru sejumlah Rp8,7 triliun atau naik 19,5 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Piutang pembiayaan yang dikelola (managed receivables) tercatat sebesar Rp46,1 triliun, dan laba bersih tercatat sejumlah Rp443 miliar," kata Hafid Hadeli.

Pada kuartal I-2018, masih kata Hafid, Adira Finance telah menyalurkan pembiayaan untuk 402 ribu kontrak baru dengan nilai total mencapai Rp8,7 triliun. Dari jumlah kontrak tersebut, terdapat 165 ribu unit sepeda motor baru dan 13 ribu unit mobil baru yang dibiayai Adira Finance.

Ini memberikan pangsa pasar bagi Adira Finance sebesar 11,3 persen untuk sepeda motor baru dan 4,4 persen untuk mobil baru. Portofolio sepeda motor adalah sejumlah Rp4,2 triliun, mobil sejumlah Rp3,9 triliun, serta barang rumah tangga (durables) dan lainnya sejumlah Rp588 miliar.

Dengan demikian, tambah Hafid, pembiayaan sepeda motor merupakan kontributor utama pembiayaan baru Adira Finance yakni sebesar 48 persen, diikuti oleh pembiayaan mobil sebesar 45 persen. serta sisanya adalah barang-barang rumah tangga (durables) dan lainnya.

"Pendorong pertumbuhan penyaluran pembiayaan yang terbesar adalah pada produk mobil baru dan sepeda motor baru," pungkas Hafid Hadeli.



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id