"Agar masyarakat tidak beli daging sapi dengan harga mahal, cuma bisa beli Rp85 ribu-Rp90 ribu per kg," ungkap pegawai Kementerian Pertanian (Kementan) yang berada di bawah Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Roffi kepada Metrotvnews.com, Minggu (3/4/2016).
Sapi dari Kupang ini, menurut Roffi, akan dipasarkan ke DKI Jakarta, dan Jawa Barat. Fokus pemasaran lebih kepada jakarta karena karena tujuan kapalnya tidak ke Cirebon, melainkan ke Jakarta.
"Tujuan Cirebon tidak bongkar, ya karena tujuan dari shipper memang tujuan Jakarta. Berdasarkan rekomendasi kapal, dokumen kapal yang diajukan ke Pelni memang tujuannya ke Priok," jelas Roffi.
Kapal yang baru tiba ini, Roffi menjelaskan, merupakan pelayaran yang ke enam. Sebelumnya sudah ada pelayaran satu sampai lima. Satu pelayaran ada sebanyak 500 ekor sapi sehingga total semua sapi yang datang pada hari ini sebanyak tiga ribu ekor sapi.
"Kita diberi amanat untuk sebagai penerima ternak, dan bisa melaporkan realisasi distribusi ternaknya. Untuk kali ini cuma Sapi Bali, tidak ada Sapi Sumba Ongole," ungkap Roffi.
Sekedar informasi, ada lima pelaku yang membeli 500 ekor sapi tersebut. Satu datang dari perusahaan BUMN, satu dari BUMD, sisanya dari swasta.
"Ada PD Dharma Jaya, PT Berdikari (Persero) PT SMD, PT HD Dinamis Sejahtera, dan PT Gloria Farms. Tiga terakhir dari swasta. Mereka yang membeli sapi dari Kupang dengan harga terjangkau, dan akan dijual ke masyarakat," tegas Roffi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News