Direktur Komersial Semen Gresik Mukhamad Saifudin mengatakan, penurunan penjualan Semen Gresik tersebut seiring dengan penurunan konsumsi semen di wilayah Jakarta sebesar 7,8 persen, atau setara 3,87 juta ton, bila dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 4,19 juta ton.
"Tidak hanya itu, permintaan semen yang turun dilatar belakang lesunya kondisi ekonomi nasional, ketatnya persaingan pasar karena beredarnya beberapa merek semen baru," kata Mukhamad Saifudin dalam keterangannya, Jakarta, Minggu (25/10/2015).
Pada semester II ini, seiring mulai berjalannya berbagai proyek infrastruktur di Jakarta, seperti proyek pembangunan Light Rail Transit (LRT) yang mulai Ground Breaking di September 2015 dengan menggunakan produk Semen Gresik.
"Hal tersebut terlihat dari penjualan bulan September 2015 meningkat 10 persen dibanding bulan yang sama tahun lalu. Kami targetkan hingga akhir 2015 ini mempertahankan market share di wilayah Jakarta sebesar 11 persen," ungkap dia.
Sampai akhir tahun ini, Semen Gresik menargetkan penjualan sebanyak 14 juta ton. Angka raihan penjualan tidak jauh berbeda bila dibanding raihan di 2014. Peningkatan yang tajam dalam beberapa bulan, kata dia, sebab di bulan Oktober sudah meraih volume sebanyak 80 persen dari target di tahun ini.
"Peningkatan terlihat di Oktober, penjualan bulanan itu banyak dikontribusikan oleh negeri dan swasta. Semua berkat proyek pemerintah di sektor infrastruktur yang lagi dibuka," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News