Menteri Perdagangan Agus Suparmanto (menghadap depan). (ANTARA/Ade Irma Junida)
Menteri Perdagangan Agus Suparmanto (menghadap depan). (ANTARA/Ade Irma Junida)

Mendag Sebut GSP Rampung Bulan Depan

Ekonomi indonesia-as bea masuk impor
Antara • 14 Februari 2020 12:53
Washington DC: Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menjelaskan hasil pertemuannya dengan Kantor Perwakilan Perdagangan Amerika Serikat (United State Trade Representative/USTR) terkait fasilitas keringanan bea masuk atau Generalized System of Preferences (GSP) akan rampung bulan depan.
 
"Kira-kira satu bulan ke depan ini ada yang sangat signifikan progresnya. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini ada progresnya," katanya di Washington, AS, seperti dikutip dari Antara, Jumat, 14 Februari 2020.
 
Ia berharap rampungnya negosiasi soal GSP sebelum kedatangan Presiden Jokowi ke Las Vegas untuk menghadiri Association of Southeast Asian Nation-US (ASEAN-US) Summit pada pertengahan Maret 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Agus menjelaskan dalam pertemuan yang digelar Kamis pagi tersebut, USTR disebutnya telah sepakat soal sejumlah hal sebelumnya belum selesai dirundingkan.
 
Sejumlah hal itu, di antaranya terkait dengan asuransi yang telah rampung urusannya dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga regulasi impor produk hortikultura yang baru, setelah AS memenangkan gugatan terhadap RI di Badan Penyelesaian Sengketa dan Badan Banding WTO.
 
"Yang dari OJK sudah selesai, kemudian soal hortikultura juga sudah, tinggal implementasinya saja yang harus dipercepat dengan kondisi tertentu yang sebelumnya agak sulit. Ini kita akan lebih permudah," jelasnya.
 
Lebih lanjut, Agus mengatakan pekan depan akan juga dimulai dibahas soal GSP terkait kekayaan intelektual (intellectual property rights). Ia meyakini, GSP akan dapat meningkatkan hubungan antara Indonesia dan Amerika. Pasalnya, kebijakan tersebut saling menguntungkan karena Indonesia bisa menggenjot ekspor ke AS, sementara AS juga bisa mendapatkan barang berkualitas dari Tanah Air.
 
"Kita kan surplus dari Amerika dalam neraca dagang, ini membantu kita mengekspor ke Amerika seperti bahan furnitur tapi juga mendorong impor dari Amerika misalnya untuk produk kedelai," pungkas dia.

 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif