Salah seorang nasabah Jiwasraya Ida Tumota. Foto : Medcom/EKo.
Salah seorang nasabah Jiwasraya Ida Tumota. Foto : Medcom/EKo.

Nasabah Jiwasraya: Pemerintah Telah Menipu

Ekonomi Jiwasraya
Eko Nordiansyah • 06 Februari 2020 14:03
Jakarta: Para nasabah PT Asuransi Jiwasraya (Persero) hanya berharap uang yang sudah diinvestasikan bisa dikembalikan. Masalah gagal bayar Jiwasraya membuat mereka tak hanya kehilangan uang tetapi juga waktu, pikiran, dan tenaga.
 
Salah seorang nasabah, Ida Tumota mengatakan asalan memilih investasi di Jiwasraya karena dijanjikan bunga cukup besar. Bahkan Ida yang telah ditinggal suaminya mengaku dijanjikan bunga setiap tahun yang lebih besar dari bunga deposito bank.
 
"Letakkan ke kami maka setiap tahun ibu akan dapat (sekian). Itu hanya sedikit lebih tinggi dari bank umumnya, sedikit ya enggak banyak, enggak sampai satu persen selisihnya dari yang umum," kata dia di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Kamis, 6 Februari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sayangnya setelah investasi selama setahun sejak 2018, Ida tak bisa mengambil uangnya. Melalui surat edaran, Jiwasraya mengumumkan tak bisa mengembalikan uang nasabah akibat kesalahan penempatan investasi dana yang dikelolanya.
 
"Ketika satu tahun saya mau ambil, dengan enteng dijawab melalui surat ederan bahwa akibat kesalahan investasi. Sadarkah pemerintah? Bahwa akibat perbuatan mereka saya kehilangan waktu karena memohon, kehilangan tenaga, kehilangan biaya, kehilangan pekerjaan," ungkapnya.
 
Ida merasa tertipu dengan iming-iming yang dijanjikan oleh Jiwasraya selama ini. Padahal sebagai perusahaan BUMN, harusnya pemerintah bisa menjamin kelancaran Jiwasraya. Terlebih dana yang harus dikembalikan kepada nasabah terbilang tidak sedikit.
 
"Ini BUMN loh, dan saya yakin BUMN itu luar biasa, dan tidak mungkinlah pemerintah menipu kita. Tapi kenyataannya pemerintah sudah menipu saya. Saya di sini merasa dilecehkan, waktu saya, tenaga, biaya, masa depan, investasi, rencana untuk anak-anak saya, semua buram. Semua buram," tegas dia.
 
(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif