Lembaga Penjamin Simpanan. Foto : MI.
Lembaga Penjamin Simpanan. Foto : MI.

LPS Prediksi Akhir Tahun NPL hanya 2,7%

Ekonomi lps
Annisa ayu artanti • 04 November 2019 21:49
Jakarta: Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menaksir kredit macet atau non-performing loan (NPL) hingga akhir 2019 hanya akan berkisar 2,6 sampai 2,7 persen.
 
Kepala Eksekutif LPS Fauzi Ichsan mengatakan NPL hingga akhir tahun masih bisa terjaga di bawah tiga persen dan masih tergolong aman karena tingginya bantalan permodalan perbankan Indonesia dan pertumbuhan ekonomi yang stabil.
 
"NPL masih dikisaran 2,6-2,7 persen," sebut Fauzi di Gedung BEI, Jakarta, Senin, 4 November 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun demikian, ia tidak menutup kemungkinan kenaikan NPL akan naik pada akhir tahun. Tetapi kemungkinan tersebut relatif kecil karena suku bunga global turun dan stabilnya Kredit Usaha Rakyat (KUR).
 
"Yang menjadi support buffer perbankan itu kan prtumbuhan ekonomi ditambah turunnya suku bunga global dan suku bunga BI, serta stabilnya KUR," ucap dia.
 
Sementara mengenai likuiditas perbankan pada 2020, Fauzi menambahkan meski kondisi global masih tidak pasti LPS optimistis kondisi akan semakin membaik sebab Bank Sentral Amerika Serikat The Federal Reserve diprediksi akan kembali menurunkan suku bunga 25 bps.
 
Selain itu, suku bunga acuan bank sentral Eropa, Tiongkok, Jepang, akan tetap stabil. Sehingga suku bunga global setahun ke depan akan tetap rendah.
 
"Untuk sementara ini tidak ada ancaman kenaikan suku bunga global tajam yang akan memperketat likuiditas global," jelas dia.
 
Dengan demikian, lanjut Fauzi, investor global akan melirik negara dengan imbal hasil yang lebih tinggi di aset non-dolar AS, termasuk ke Indonesia.
 
"Dengan masuknya aliran modal ke pasar obligasi kita, otomatis imbal hasil turun. Ini membuat likuiditas mambaik," tukas dia.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif