Ilustrasi. MI/ATET DWI PRAMADIA
Ilustrasi. MI/ATET DWI PRAMADIA

Legislator Ingin Pembangunan Infrastruktur Maritim Diprioritaskan

Ekonomi industri maritim kemaritiman
Antara • 25 Oktober 2019 13:03
Jakarta: Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Sigit Sosiantomo menginginkan pemerintah dapat memprioritaskan pembangunan infrastruktur kemaritiman terutama untuk meningkatkan aspek konektivitas. Hal itu mengingat Indonesia merupakan negara kepulauan yang dipersatukan oleh kawasan perairan yang luas.
 
Sigit menyarankan agar peningkatan anggaran infrastruktur maritim menjadi prioritas dalam program pembangunan infrastruktur pemerintahan Presiden Jokowi di periode kedua ini, yang diwujudkan dalam bentuk Kabinet Indonesia Maju.
 
"Persoalan itu harus dipikirkan oleh Presiden dan menterinya serta para pakar ekonomi untuk mengubah alokasi anggaran," kata Sigit, seperti dikutip dari Antara, Jumat, 25 Oktober 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menambahkan bila hal itu dapat diwujudkan, maka juga akan sekaligus menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi nasional hingga delapan persen per tahun.
 
Dirinya menegaskan sejumlah pakar ekonomi menyatakan ekonomi maritim yang akan membuat Indonesia maju, tetapi hingga kini beban biaya pelabuhan dan transportasi laut dinilai masih belum menggembirakan.
 
Hal tersebut, lanjutnya, juga berdampak antara lain kepada masih terjadinya kesenjangan harga antarkawasan serta masih tingginya angka kecelakaan dari transportasi laut di Nusantara.
 
Sebelumnya, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Pemilik Kapan Nasional Indonesia (DPP INSA) Carmelita Hartoto menilai pemerintah perlu menuntaskan persoalan maritim dalam periode 2019-2024.
 
Carmelita mengatakan pelaku usaha pelayaran nasional mengapreasiasi upaya pemerintah membenahi sektor maritim dalam lima tahun terakhir guna mewujudkan Indonesia sebagai negara poros maritim.
 
Namun, menurut dia, tantangan dan persoalan yang tak kunjung berhenti menyebabkan industri pelayaran nasional sulit untuk bersaing atau bisa dikatakan belum memiliki daya saing yang mumpuni.
 
Pemerintahan yang baru nanti diharapkan sektor maritim terutama industri pelayaran masih mendapat perhatian khusus. Sebab, masih banyak Pekerjaan Rumah (PR) yang harus dicarikan solusinya secara bersama-sama agar pelayaran nasional bisa bersaing dikancah internasional.
 
"Kami harap pemerintahan lima tahun mendatang tetap memberikan fokus pada pembenahan sektor maritim, khususnya di sektor pelayaran niaga nasional," pungkasnya.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif