Founder & Chairman MarkPlus Inc Hermawan Kartajaya (kanan). FOTO: dok MarkPlus
Founder & Chairman MarkPlus Inc Hermawan Kartajaya (kanan). FOTO: dok MarkPlus

Mengulik Potensi Pasar Digital di ASEAN

Ekonomi mark plus ekonomi digital
Annisa ayu artanti • 05 September 2019 19:13
Jakarta: Perkembangan teknologi yang semakin cepat menuntut semua sektor ekonomi harus beradaptasi untuk berubah menuju perubahan ke era digitalisasi.
 
Founder & Chairman MarkPlus Inc Hermawan Kartajaya mengatakan seluruh pelaku industri mulai dari pegiat perusahaan rintisan atau startup, perusahaan konvensional, sampai pelaku marketing mulai membahas potensi digital di pasar ASEAN.
 
"Jadi ini salah satu alasan digital menjadi tema tahun ini adalah karena semua sektor industri dan bisnis, baik di Indonesia maupun kawasan regional ASEAN sudah terdigitalisasi," kata Hermawan di Ritz Carlton SCBD, Jakarta, Kamis, 5 September 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hermawan juga menjelaskan perkembangan teknologi yang sangat cepat, bahkan sulit dikejar, harus menjadi sebuah tantangan. Dalam pemasaran, ia menyontohkan, teknologi digital menjadi salah satu kunci membangun sebuah brand.
 
"Perkembangan teknologi sangat cepat, bahkan terkadang sulit untuk dikejar. Untuk itu sebuah brand harus pahami tiga kata kunci: digital, social, dan mobile. Kegiatan sosial tidak hanya terjadi offline, tapi juga online karena media sosial. Dan itu terjadi secara mobile, lewat perangkat smartphone," tuturnya.
 
"Jadi sekarang banyak sekali aktivitas seseorang didorong dan dilakukan secara digital," imbuhnya.
 
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution sebelumnya menyampaikan di tengah gejolak perekonomian global, ekonomi digital di dunia terus berkembang pesat dan hampir semua sektor ekonomi telah tersentuh oleh digital ekonomi.
 
Pada 2016, ekonomi digital berkontribusi 22 persen terhadap ekonomi global. Sementara untuk di Asia Tenggara, kontribusi ekonomi internet terhadap PDB diproyeksikan meningkat dari 2,8 persen PDB 2018 menjadi delapan persen di 2025.
 
Di Indonesia, perkembangan pesat ekonomi digital tercermin dari pengguna smartphone dan penggunaan internet. Pengguna smartphone di Indonesia sudah mencapai 133 persen dari populasi dan pengguna internet sudah mencapai 56 persen dari populasi.
 
"Nilai pasar ekonomi digital Indonesia pun diproyeksikan mencapai USD100 miliar pada 2025," sebut Darmin saat itu.
 
Oleh karena itu, semua sektor khususnya sektor ekonomi Indonesia harus bisa menangkap peluang dari digitalisasi.
 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif