Gedung Kementerian PUPR. FOTO: Setkab
Gedung Kementerian PUPR. FOTO: Setkab

Kementerian PUPR Masih Sisakan Pekerjaan Rumah

Ekonomi kementerian pekerjaan umum Evaluasi Kabinet Kerja
Nia Deviyana • 19 Oktober 2019 09:35
Jakarta: Kinerja Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di bawah komando Menteri Basuki Hadimuldjono mendapatkan apresiasi lantaran sesuai dengan target pembangunan infrastruktur.
 
Menurut Pengamat Tata Kota dari Universitas Trisakti Nirwono Joga keberhasilan penyelenggaran event Asian Games 2018 setidaknya menjadi saksi dari keberhasilan tersebut. "Jadi Asian Games tidak mungkin terlaksana kalau enggak ada dukungan infrastrukturnya," ujar Nirwono saat dihubungi Medcom.id, Jumat, 18 Oktober 2019.
 
Meski demikian, keberhasilan pembangunan tersebut masih menyisakan pekerjaan rumah, lantaran stadion-stadion yang dibuat berpotensi terlantar karena belum ada kegiatan rutin. Sementara biaya pemeliharaan makin berat dan belum ada pemasukan untuk biaya perawatan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Harusnya PUPR juga memberikan pendampingan bagaimana fasilitas yang sudah terbangun itu bisa lanjut, jadi enggak cuma membangun, sukses, ditinggal," kata dia.
 
Hal yang sama juga terlihat pada pembangunan Tol Trans di sejumlah provinsi seperti Trans Jawa, Trans Sumatera, Trans Sulawesi, dan Trans Papua. Nirwono mengatakan pemerintah harus memikirkan bagaimana bisa secepatnya menghidupkan koridor ekonomi di kawasan tersebut.
 
"Trans Jawa pun hanya ramai di akhir pekan atau saat mudik. Dia harusnya juga jadi penghubung antar pelabuhan dan bandara untuk pengembangan logistik ke luar Jawa," paparnya.
 
Lalu pembangunan waduk. Menurut Nirwono, pembangunan waduk akan sia-sia jika hanya mengandalkan air hujan. Maka menurut dia, penting bagi PUPR untuk melakukan kajian bersama Dinas Kehutanan agar waduk tidak menjadi kering kerontang.
 
"Kalau tiba-tiba dibangun waduk enggak dipikirkan darimana airnya bisa dipastikan kering kerontang. Apa lagi hanya mengandalkan hujan, itu terlalu lama," urainya.
 
Ke depan, Nirwono meminta agar PUPR lebih matang dalam perencanaan pembangunan. Studi komprehensif yang dilakukan, kata Nirwono, harus memasukan indikator bagaimana infrastruktur tersebut dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi.
 
"Jadi jangam fokus pada fisiknya saja, tapi harus berkelanjutan. Kalau untuk stadion Asian Games mungkin nilai untuk PUPR 80, tapi untuk waduk dan tol saya rasa nilainya masih 70. Masih banyak PR yang mesti dikerjakan," pungkasnya.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif