Ilustrasi. Foto: ANTARA/Aditya Pradana.
Ilustrasi. Foto: ANTARA/Aditya Pradana.

Pascapelantikan, Jokowi Diminta Tuntaskan Defisit BPJS Kesehatan

Ekonomi BPJS Kesehatan pelantikan presiden
Nia Deviyana • 20 Oktober 2019 15:00
Jakarta: Ketua Bidang Advokasi BPJS Watch Timboel Siregar meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) segera menuntaskan permasalahan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), utamanya mengenai defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.
 
"Presiden Jokowi harus segera mengambil alih persoalan ini, dan jangan biarkan para pembantunya nanti, di kabinet baru, mengulangi kebiasaan para pembantu sebelumnya yang senang berwacana dan berargumentasi di meja rapat tanpa berani mengeksekusinya," ujar Timboel melalui keterangan resminya, Minggu, 20 Oktober 2019.
 
Pascapelantikan Presiden dan Wakil Presiden, BPJS Watch berharap Jokowi segera memberikan bantuan kepada BPJS Kesehatan agar utang ke rumah sakit cepat terselesaikan. Jika tidak secepatnya ditangani, bisa semakin rumit.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Masalah defisit pembiayaan JKN menjadi isu utama yang setiap tahun terjadi, dan berpotensi juga terjadi di periode keduanya nanti. Akibat defisit ini ada beberapa regulasi dibuat yang menghambat akses peserta pada penjaminan JKN," tuturnya.
 
Saat ini, lanjut Timboel, defisit pada BPJS Kesehatan membuat cashflow rumah sakit terganggu dan perusahaan obat merugi.
 
"Denda satu persen yang harus dibayarkan BPJS Kesehatan kepada rumah sakit akibat keterlambatan bayar, yang nilainya sudah mencapai ratusan miliar, tentunya juga akan menambah beban defisit JKN. Inefisiensi pembiayaan akibat denda dibiarkan terus akan merugikan APBN," pungkasnya.
 
Berdasarkan data Kementerian Keuangan (Kemenkeu), BPJS Kesehatan mengalami defisit Rp1,9 triliun pada 2014. Jumlah itu meningkat menjadi Rp9,4 triliun pada 2015, dan Rp6,7 triliun pada 2016. Lalu defisit BPJS Kesehatan membengkak dua kali lipat menjadi Rp13,8 triliun pada 2017 dan di 2018 defisitnya menjadi Rp19,4 triliun.
 

(HUS)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif