Ketua DK-OJK Wimboh Santoso (Foto: dokumentasi OJK)
Ketua DK-OJK Wimboh Santoso (Foto: dokumentasi OJK)

OJK Imbau Industri Asuransi Gunakan Teknologi

Ekonomi ojk asuransi asuransi jiwa asuransi umum
Nia Deviyana • 03 Januari 2019 07:37
Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pertumbuhan asuransi relatif kecil yakni di kisaran 7-8 persen di sepanjang 2018. Meski demikian, OJK meyakini pertumbuhan tersebut bisa lebih baik di 2019 seiring membaiknya ketersediaan infrastruktur yang mampu menjawab berbagai macam persoalan.
 
"Begitu tol, MRT, dan LRT dibangun, maka perumahan akan tumbuh. Perumahan ini tentunya akan mengkover pertumbuhan asuransi," ujar Ketua Dewan Komisioner (DK) OJK Wimboh Santoso, di Kompleks Perkantoran Bank Indonesia, Jakarta, Rabu, 2 Januari 2019.
 
Bahkan, Wimboh optimistis angka pertumbuhan asuransi dan kredit perbankan bisa setara pada 2019. Sebagai informasi, realisasi penyaluran kredit perbankan pada 2018 tercatat 12,45 persen.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Guna tumbuh maksimal, lanjut Wimboh, industri asuransi diimbau untuk mengedepankan sisi teknologi. Jika tidak, akan sulit untuk bersaing. "Asuransi yang tidak menerapkan teknologi akan kesulitan dalam mengakses pelanggannya. Artinya memang harus punya teknologi untuk bisa masuk ke remote area," jelas dia.
 
Kedepannya, masih kata Wimboh, OJK akan melakukan pengawasan terhadap perusahaan perbankan maupun non perbankan, termasuk asuransi berdasarkan market of conduct. Dengan ini diwajibkan adanya transparasi dalam hal bisnis, perjanjian, dan biaya-biaya yang dibebankan kepada nasabah.
 
"Termasuk transparasi dalam melakukan penagihan, mungkin juga eksekusi kalau ada kredit macet. Harus transparan," pungkasnya.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif