Illlustrasi. MI/ANGGA YUNIAR.
Illlustrasi. MI/ANGGA YUNIAR.

Bulog Perlu Inovasi Penyaluran Jagung ke Peternak Kecil

Ekonomi peternakan bulog jagung
07 Januari 2019 14:46
Jakarta: Bulog perlu melakukan inovasi terkait penyaluran jagung untuk pakan ternak agar bisa menyentuh peternak kecil. hal ini karena selama ini harga jagung masih terbilang tinggi.
 
Kebijakan membuka impor jagung 100 ribu ton telah dilakukan pemerintah pada 2018. Kapasitasnya yang kemudian ditambah 30 ribu ton untuk 2019 untuk menekan kenaikan harga pakan ternak. Namun, Wakil Ketua Komite Tetap Bidang Industri Pakan dan Veteriner Kadin Sudirman mengungkapkan kebijakan impor jagung yang dilaksanakan pemerintah belum mampu menekan harga di pasaran. Perum Bulog selaku operator yang melaksanakan impor dinilai tidak fasih dalam menyalurkan jagung untuk pakan kepada para peternak kecil.
 
"Peternak kecil kesulitan untuk mendapatkan jagung impor karena Bulog mentapkan prosedur yang ketat. Peternak kecil harus memiliki NPWP dan membayar cash (lunas) untuk mendapat jagung. Ini yang membuat penyaluran jadi tidak lancar," ujar Sudirman, di Jakarta, Senin, 7 Januari 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hingga awal tahun 2019, harga jagung masih perkasa di atas Rp5.000 per kg di beberapa daerah, bahkan di Banten masih menyentuh Rp6.000 per kg. Kenyataan tersebut mematahkan prediksi yang menyebutkan bahwa harga komoditas itu akan berangsur menurun pada akhir 2018 atau awal 2019.
 
Prosedur pembelian seperti itu, lanjut Sudirman, telah berlangsung sejak lama. Jagung-jagung hasil impor Bulog pada tahun-tahun sebelumnya pun ditengarai banyak yang tidak tersalurkan karena mekanisme yang terlalu ketat bagi peternak kecil.
 
"Karena peternak kecil sudah tahu bagaimana mekanismenya, mereka jadi tidak punya nyali untuk datang mengambil jagung itu. Di sisi lain Bulog pun sulit untuk turun langsung," ungkapnya.
 
Inovasi penyaluran jagung impor ini perlu dilakukan dengan segera. Sehingga, pemanfaatan kebijakan impor bisa dirasakan masyarakat tepat sasaran.
 
"Bulog tidak punya kepanjangan tangan sampai ke bawah, sampai ke desa-desa," ucap Sudirman.

 

(SAW)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif