Sekretaris Kabinet Pramono Anung,--Foto: Antara/Widodo S. Jusuf
Sekretaris Kabinet Pramono Anung,--Foto: Antara/Widodo S. Jusuf

Tutup Sementara, Panasonic-Toshiba Direlokasi ke Bogor

Desi Angriani • 04 Februari 2016 11:11
medcom.id, Jakartrta: PT Panasonic dan Toshiba dikabarkan akan hengkang dari Indonesia. Namun kabar tersebut dibantah pemerintah. Dua perusahaan raksasa elektronik asal Jepang ini hanya merelokasi perusahaannya ke Bogor, Jawa Barat.
 
"Bukan menarik diri. Mereka akan merelokasi dari tempat yang sekarang pindah ke suatu tempat, katanya di Bogor," ujar Sekretaris Kabinet Pramono Anung di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (4/2/2016).
 
Panasonic dan Toshiba mengalami penurunan kapasitas dan terpaksa melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dalam skala kecil. Pramono memastikan mereka tetap membuka lowongan pekerjaan baru, sehingga masyarakat tak perlu khawatir dengan isu PHK massal.

"Tentunya akan ada penerimaan pekerja barulah gitu," imbuh dia.
 
Rencana tersebut, lanjut Pramono, dilaporkan langsung manajemen Panasonic dan Toshiba ke Istana untuk kemudian disampaikan ke Presiden Joko Widodo. Kader PDI Perjuangan ini enggan mengaitkan penutupan perusahaan dengan proyek kereta cepat yang gagal dimenangkan oleh Jepang.
 
"Mereka melapor langsung ke kita. Tidak ada sama sekali hubungan dengan kereta cepat," kata dia.
 
Presiden Direktur Panasonic Manufacturing Indonesia (PMI) Ichiro Suganuma mengatakan kondisi pasar yang tidak memungkinkan membuat PT Panasonic Lighting Indonesia (PESLID) merestrukturisasi perusahaan dengan mengurangi karyawan pada Agustus 2015 silam, dari 600 orang karyawan menjadi 170 orang. Ini berarti PESLID telah mengurangi sebanyak 430 karyawan.
 
Aksi ini dilakukan sebelum PESLID digabungkan dengan PT Panasonic Gobel Eco Solution Manufacturing Indonesia (PESGMFID) pada 1 Januari 2016. Akibat dari penggabungan ini PESGMFID menutup satu pabriknya dan kini hanya memiliki dua pabrik, yakni di Pasuruan-Jawa Timur dan Cileungsi-Bogor.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MBM)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan