Ketua Umum APPI Suwandi Wiratno membenarkan bila laba perusahaan pembiayaan sampai dengan November 2015 mengalami penurunan hingga 12 persen. Namun demikian, perusahaan pembiayaan mampu membukukan rasio pembiayaan bermasalah yang masih terkendali di level 1,34 persen.
"Laba secara industri turun 12 persen atau jadi Rp10,5 triliun. Sedangkan Non Performing Finance (NPF) terjaga di level 1,34 persen. Walaupun dalam keadaan tertekan kita masih bisa menjaga portfolio kita dengan baik," jelas dia, di Hotel Raffles, Jakarta Selatan, Selasa (26/1/2016).
Tidak hanya itu, lanjutnya, piutang pembiayaan juga mengalami penurunan sebanyak 0,14 persen dibanding di 2014. Untungnya, hingga November 2015 aset industri perusahaan pembiayaan mengalami kenaikan tipis sebanyak tiga persen.
"Pencapaian industri pembiayaan sampai akhir November 2015, aset Rp425 triliun naik tiga persen dibanding 2014. Piutang pembiyaan turun 0,14 persen atau Rp363,6 triliun," ujar Suwandi.
Lebih lanjut, tambah Suwandi, penurunan hampir dirasakan oleh semua sektor pembiayaan. Salah satunya terlihat dari penjualan alat berat yang turun signifikan sebesar 13 persen di 2015. Sedangkan sektor konsumen memang mengalami kenaikan tapi hanya tumbuh 0,1 persen.
"Penyebabnya harga komoditas turun, daya beli masyarkat turun, sehingga mengakibatkan penjualan otomotif juga turun, baik roda empat maupun roda dua. Penjualan alat berat juga sudah turun dari tiga tahun terakhir. Padahal pembiayaan yang paling besar datang dari ketiga sektor tadi," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News