Dampak Pemberantasan Illegal Fishing Selama 4 Tahun Jokowi-JK

Eko Nordiansyah 23 Oktober 2018 16:49 WIB
illegal fishing
Dampak Pemberantasan <i>Illegal Fishing</i> Selama 4 Tahun Jokowi-JK
Perikanan. MI/RAMDANI.
Jakarta: Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah melarang kapal-kapal asing untuk melakukan pemberantasan illegal fishing di wilayah perairan Indonesia. Hasilnya selama empat tahun terakhir, pertumbuhan PDB perikanan Indonesia mengalami peningkatan.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan, sejak 2014 pertumbuhan PDB perikanan terus meningkat. Setelah adanya kebijakan pemberantasan Illegal Fishing pertumbuhan PDB perikanan mencapai 7,35 persen di 2014, lalu meningkat menjadi 7,89 persen di 2015 dan terus  berlanjut.

"Pertumbuhan perikanan ini, di perikanan tangkap mutlak kekuatan armada dalam negeri. Karena sejak November 2014, kapal ikan asing, kapal ikan eks asing sudah tidak boleh beroperasi di wilayah Indonesia," kata dia dalam konferensi pers 4 Tahun Kerja Pemerintah Joko Widodo-Jusuf Kalla, di Kementerian Sekretaris Negara, Jakarta Pusat, Selasa, 23 Oktober 2018.

Secara nilai, PDB perikanan juga terus mengalami kenaikan karena fokus pemerintah untuk mendukung nelayan lokal. Pada 2014, Kementerian KKP mencatat PDB perikanan sebesar Rp245,48 triliun, Rp288,90 triliun di 2015, Rp317,09 triliun di 2016, dan Rp349 triliun di 2017.

"Jadi pada era globalisasi Pak Jokowi sangat commited membangun kemaritiman dan perikanan nasional. Membuat perikanan tangkap menjadi sangat berdaulat. Hanya kapal nasional, pengusaha nasional dan juga modal nasional yang boleh nelayan dalam negeri tangkap ikan di Indonesia," jelas dia.

Dirinya menambahkan, kebijakan pemberantasan illegal fishing baru dijalankan oleh Pemerintahan Jokowi-JK. Kebijakan ini juga membuat kualitas daripada hasil tangkapan ikan nelayan dalam negeri mengalami peningkatan meski jumlahnya sedikit mengalami penurunan.

"Yang tidak pernah dilakukan pemerintahan sebelumnya adalah memberantas Illegal Fishing. Perikanan tangkap produksinya naik sekali. Perikanan kita sudah menuju perikanan berkelanjutan, ukuran ikan lebih besar. Volume turun tapi value naik. Jadi bukan ikan jelek yang ditangkap, tapi ikan baik dan value-nya tinggi," pungkasnya.

 



(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id