Menteri BUMN Rini Soemarno. (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)
Menteri BUMN Rini Soemarno. (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)

Nasabah MEKAAR Ditargetkan Sentuh Angka 5,5 Juta

Ekonomi kredit pmn
Desi Angriani • 18 Januari 2019 17:50
Garut: Pemerintah membidik 5,5 juta jumlah nasabah program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (MEKAAR) tahun ini. Program tersebut berada di bawah binaan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PMN.
 
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengatakan program tersebut telah mendorong pengembangan usaha bagi kelompok para ibu yang berpotensi menjadi pendukung ekonomi keluarganya. Program unggulan ini juga efektif dalam mendorong inklusi keuangan.
 
"Target penerima PMN tahun ini 5,5 juta ya," ucapnya dalam kunjungan kerja ke Cibatu, Garut, Jawa Barat, Jumat, 18 Januari 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurutnya, para ibu yang tergabung dalam program MEKAAR berpotensi naik kelas hingga mendapat pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR). Asalkan, mereka bersungguh-sungguh mengembangkan usaha supermikro. Saat ini, jumlah dana yang bisa diperoleh dari program MEKAAR berkisar antara Rp500 ribu-Rp5 juta.
 
Dana tersebut disesuaikan dengan potensi dan kesanggupan para calon nasabah dalam memulai usaha. "Kalau kita lihat yang baru mulai sudah sanggup Rp2 juta ya kita kasih," imbuh Rini.
 
Namun demikian, pascamendapatkan pinjaman KUR, PMN tetap akan membina para nasabah. Hal tersebut untuk membiasakan nasabah agar tetap disiplin dan dalam membayarkan pinjaman berjumlah besar.
 
"Belum kita lepas kita masih kerja sama untuk membiasakan kedisiplinan tetap dijaga. Nah dari itu nanti makin ke depan mereka bisa dilepas," tambahnya.
 
Adapun penerima program MEKAAR di Jawa Barat sudah mencapai satu juta orang, di antaranya 87 ribu berasal dari Kabupaten Garut. Namun, dari jumlah tersebut baru lima nasabah yang memperoleh pinjaman KUR. Diharapkan, jumlah nasabah MEKAAR yang memperoleh pinjaman dari bank bertambah menjadi 2.000 orang.
 
"Kemarin kita sudah lihat kelihatannya di Jakarta saja 5.000 yang naik kelas, kita harapkan di Jabar 1.500-2.000 nasabah," sambung dia.
 
Seorang nasabah MEKAAR asal Garut, Fatimah, mengungkapkan sejak bergabung dalam binaan PMN, ia mampu meraup omzet Rp6 juta per bulan. Setiap hari Fatimah menitipkan makanan olahan kulit seharga Rp12 ribu per bungkus di warung-warung hingga ke minimarket.
 
Hanya dibantu oleh anggota keluarganya dengan plafon Rp3 juta, ia mengaku optimistis dapat mengembangkan usaha tersebut ke arah UMKM oleh-oleh.
 
"Dulu mah ke warung kecil dan sekarang bisa lebih besar. Sekarang bisa berkembang. Kita harapkan bisa dapat pinjaman KUR," katanya kepada Medcom.id.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif