Ilustrasi. (FOTO: MI/Bagus)
Ilustrasi. (FOTO: MI/Bagus)

Bibit Jagung Pemerintah Tingkatkan Produksi Petani Bima

Ekonomi kementerian pertanian jagung
Ade Hapsari Lestarini • 07 Januari 2019 19:00
Jakarta: Kementerian Pertanian (Kementan) telah mendistribusikan bantuan bibit jagung dalam meningkatkan produksi petani. Pendistribusian salah satunya ke sejumlah desa di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Saya sudah cek secara langsung dan hasilnya cukup bagus. Produksinya meningkat, kualitasnya juga bagus, tidak bisa dibilang gagal lah intinya," kata Ketua Serikat Tani Nasional (STN) Ahmad Rifai, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Senin, 7 Januari 2019.

Menurut Rifai, pemberian bibit ini merupakan langkah maju yang harus diapresiasi karena mampu mengurangi beban petani. Apalagi, kelangkaan jagung yang terjadi akhir-akhir ini membuat wilayah Bima terus berbenah untuk menjadi salah satu lumbung jagung dengan kualitas baik.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



"Saya pikir sudah saatnya kita harus memberi apresiasi atas sikap dan program pemerintah yang sudah memberikan bibit jagung kepada seluruh petani di Indonesia," katanya. Menurut Rifai, bibit tanam yang diberikan pemerintah sejauh ini dalam keadaan baik, bahkan cendrung tidak mengalami kendala. Dengan kata lain, bibit ini dinilai sudah sesuai dengan yang diusulkan dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

Dia mengatakan tidak seperti kabar yang beredar sebelumnya, bahwa bibit pemberian Pemerintah tidak layak, bahkan ada penolakan dari petani.

"Prinsip kami adalah pemberian bibit dari pemerintah itu tidak sia-sia, apalagi gagal. Di NTB malah bagus dan produksinya juga meningkat," jelasnya.

Memperketat Pengawasan

Rifai melanjutkan, seandainya terjadinya protes petani atas bibit yang di berikan pemerintah, maka yang harus dilakukan adalah memperketat pengawasan mulai dari distribusi hingga penanaman bibit.

"Kalimat tidak layak ini menurut saya tidak tepat ya. Sebab pemerintah kan sudah berupaya dalam pengadan bibit. Jadi kembali lagi, yang harus dilakukan pemerintah adalah mengawasi semua distribusi bibit di seluruh Indonesia," tambahnya.

Anwar, salah satu petani di Bima mengaku tidak mempersoalkan bibit tanam yang didistribusikan pemerintah. Menurut dia, selama bibit itu bentuknya adalah bantuan, maka ia dan para petani lain tidak mempersoalkan.

"Tidak masalah ya. Saya pikir ada kekurangan pada bibit memang iya. Tapi bukan berarti gagal karena sebagian bibit sudah tumbuh dengan baik. Adapun kekurangan itu bisa kita sampaikan secara baik," pungkasnya.

Pemerintah melalui Kementan memang memiliki program yang dinamakan Upaya Khusus (Upsus) padi, jagung, dan kedelai (Pajale). Lewat program ini Pemerintah terus mengupayakan peningkatan produksi pajale, dengan memberikan berbagai bantuan bagi petani. Di antaranya bibit dan alat mesin pertanian.

 


(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi