Kepala Departemen Penjualan Semen Gresik Bambang Djoko mengakui, persaingan penjualan tahun ini lebih ketat dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya karena munculnya produk-produk semen raksasa dunia yang terus membanjiri pasar di Tanah Air.
"Tahun lalu masih ada tujuh produk semen yang meramaikan pasar Indonesia, tahun ini sudah bertambah lagi menjadi 10, sehingga persaingan lebih ketat lagi," kata Bambang Djoko di sela-sela temu pelanggan setia area II Malang dan Pasuruan di Batu, Jawa Timur (Jatim), seperti dikutip Kamis (23/4/2015).
Apalagi, katanya, pada triwulan I/2015, pertumbuhan penjualan di wilayah Jawa Timur minus 3,4 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada 2014, yakni hanya 1,79 ton, sedangkan tahun lalu mencapai 1,86 juta ton.
Namun demikian, Jatim merupakan provinsi kedua dengan konsumsi semen tertinggi di Jawa, setelah Jawa Barat yang mencapai 1,95 juta ton. Untuk Malang dan Pasuruan, penjualan Semen Gresik pada Januari-Maret 2015 mencapai 235,8 ton dengan angka penjualan 76 persen dan pada tahun ini ditargetkan 77 persen.
"Kami optimistis target 77 persen ini bakal terpenuhi seiring dengan pertumbuhan properti dan mulai dilaksanakannya proyek infrastruktur dari pemerintah di wilayah ini," cetus Bambang.
Oleh karena itu, meski pertumbuhan pada triwulan pertama 2015 minus 3,4 persen, pihaknya tidak akan merevisi target, sebab mulai akhir Juli diperkirakan bergairah kembali karena proyek-proyek berskala besar milik pemerintah, seperti pembangunan jalan tol dan waduk kemungkinan besar mulai dikerjakan, Bambang mengatakan angka penjualan Semen Gresik di wilayah Malang dan Pasuruan secara keseluruhan selama kurun waktu 2014 tercatat 612,5 ton. Dengan asumsi pertumbuhan semen enam persen, pada 2015 ditargetkan berjumlah 646,2 ton.
Penjualan di daerah Malang dan Pasuruan, katanya, selama ini mampu menyumbang 13,7 persen penjualan Semen Gresik untuk Jawa Timur secara keseluruhan. Meskipun tahun ini ada beberapa merek semen yang beredar di Jawa Timur, pihaknya tetap optimistis bakal memenuhi target, bahkan persaingan pasar justru memacu diri untuk memperkuat branding produk kepada masyarakat.
Oleh karena itu, katanya, masyarakat tidak perlu ragu lagi menggunakan Semen Gresik karena kualitasnya telah terbukti dengan adanya bangunan monumental yang menggunakan Semen Gresik, di antaranya Masjid Istiqlal Jakarta, Tugu Monas, Jembatan Semanggi, gedung DPR/MPR, Bendungan Jatiluhur, Tol Benoa Bali, dan masih banyak lagi bangunan besar lainnya.
Salah satu upaya untuk tetap memperkuat jaringan dan mempertahankan pelanggan setia, Semen Gresik berusaha selalu dekat dengan konsumen, bahkan memberikan penghargaan kepada pelanggan setianya, seperti best customer untuk kategori toko dengan penjualan terbaik dan kategori pelanggan semen curah.
"Dukungan dari para mitra, yakni pelanggan, toko serta distributor inilah yang telah menjadikan induk Semen Gresik, Semen Indonesia menjadi perusahaan terbesar di Asia Tenggara dengan penguasaan pangsa pasar dalam negeri sebesar 44 persen," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News