Ilustrasi BEI (ANTARA FOTO/Fanny Kusumawardhani)
Ilustrasi BEI (ANTARA FOTO/Fanny Kusumawardhani)

Siswa SD Perlu Mengenal Budaya Menabung Sejak Dini

Ekonomi menabung
Dian Ihsan Siregar • 09 September 2016 15:03
medcom.id, Jakarta: Bursa Efek Indonesia (BEI)‎ berharap siswa Sekolah Dasar (SD) sudah mulai menyadari menyisihkan sebagian uang jajannya untuk di tabung di bank. Guna memaksimalkan hal itu maka sudah sewajarnya ada pendidikan dan budaya menabung sejak dini karena erat kaitannya terhadap pertumbuhan industri perbankan.
 
"Anak-anak harus sisihkan uangnya di bank. Nanti bisa dirasakan dampaknya bagi dunia perbankan kita," kata ‎Direktur Pengembangan BEI Nicky Hogan, di Gedung BEI, SCBD Sudirman, Jakarta, Jumat (9/9/2016).
 
‎Selain menabung di bank, lanjutnya, diharapkan siswa SD juga bisa mengenal instrumen investasi di pasar modal sejak dini. Mereka perlu diedukasi bahwa dengan menabung maka mereka bisa membeli saham di pasar modal dan tentunya menjadi investor.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau anak-anak, kita bicara paling mudah menabung dulu. Ini awal yang baik. Kalau tabungan sudah banyak, nanti bisa beli saham," ucap Nicky.
 
Untuk kesuksesan hal itu, Nicky meminta pelaku di pasar modal dan di perbankan ikut serta melakukan sosialisasi ke berbagai macam lapisan masyarakat. Sosialisasi yang disampaikan khususnya bagi pelajar yang sangat potensial dijadikan sasaran.
 
"Saya rasa ini bagian dari program OJK yang menyeluruh. Ini adalah kerja sama OJK dengan pelaku jasa keuangan. Ini harus terus ditingkatkan agar bisa meningkat literasi keuangan masyarakat kita," tukas Nicky.
 
Lebih lanjut, ia mengatakan, hanya sekitar 20 persen dari total masyarakat yang saat ini benar-benar mengetahui literasi keuangan secara baik. Keadaan itu mengisyaratkan bahwa tingkat literasi keuangan di Indonesia masih sangat minim.
 
Padahal, jelas Nicky, tingkat kesejahteraan masyarakat bergantung kepada pemahaman masyarakat terhadap sektor keuangan. Semakin baik pemahaman masyarakat untuk menabung dan berinvestasi maka semakin baik pula tingkat ke sejahteraan masyarakat tersebut.
 
"Melek keuangan akan meningkatkan kesejahteraan masayarakat. Selama ini banyak masyarakat yang belum paham mengenai sistem keuangan atau pengelolaan keuangan," jelas Nicky.
 
Karenanya, sekali lagi Nicky menegaskan bahwa peningkatan literasi keuangan menjadi sangat penting agar tingkat kesejahteraan bisa meningkat lebih baik lagi di masa mendatang. Namun, dirinya tidak menampik, sosialisasi tentang keuangan perlu dilakukan secara bertahap.
 
"Seperti hari ini kita lakukan ke anak-anak SD untuk lebih memberikan pemahaman tentang perbankan. Paling tidak anak-anak yang ada di sini dikenalkan dengan budaya menabung," pungkas Nicky.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif