Dirut Cilitink Albert Burhan (kanan) mengundurkan diri. (FOTO: dokumentasi Citilink)
Dirut Cilitink Albert Burhan (kanan) mengundurkan diri. (FOTO: dokumentasi Citilink)

Dirut Citilink Mundur, Bos Garuda: Itu Elegan dan Gentleman

Dian Ihsan Siregar • 30 Desember 2016 20:29
medcom.id, Jakarta: Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Arif Wibowo menyampaikan pengunduran diri dua direksi PT Citilink Indonesia merupakan rasa tanggung jawab dari seorang laki-laki yang kuat dan elegan saat menghadapi kasus yang menimpa pilot Citilink Indonesia. Sebagaimana diketahui, pilot Citilink tersebut diduga mabuk dalam video yang beredar keras belakangan ini.
 
"Saya sudah berkomunikasi dengan pak Albert (CEO Citilink Indonesia). Ini suatu keputusan yang penuh rasa tanggung jawab, gentleman, dan elegan dari seorang Dirut Citilink atas permohonan pengunduran diri," ucap Arif kepada Metrotvnews.com, Jumat (30/12/2016).
 
Menurut Arif, pengunduran diri keduanya bukan serta merta bisa langsung keluar dari bangku jabatannya saat ini, karena masih dalam proses. Seperti meminta izin dari pemegang saham Garuda Indonesia. Sebab, Garuda Indonesia merupakan induk usaha dari Citilink.

"Minta izin (pengunduran diri) dari pemegang saham mayoritas maupun pemegang saham dari publik. Makanya saat ini kami sedang proses," ungkap Arif.
 
Sebelumnya, Corporate Secretary Citilink Indonesia Benny Siga Butarbutar mengatakan, pengunduran CEO Citilink Indonesia Albert Burhan dari kursi jabatannya saat ini merupakan bentuk tanggung jawab terhadap pilot mabuk yang saat ini banyak diberitakan di media massa.
 
"Memang kita terkejut juga, karena disampaikan pada saat jumpa pers untuk menyampaikan kebijakan Citilink terhadap pilot yang diduga mabuk. Dan itu dilakukan untuk pemecatan kepada pilot, namun di akhir jumpa pers Dirut Citilink Indonesia itu tiba-tiba menyampaikan pengajuan permohonan diri, sebagai bentuk tanggung jawab dampak yang dihasilkan dari peristiwa ini," kata Benny
 
Tak hanya Albert Burhan yang mengajukan diri, tapi Direktur Operasional Citilink Indonesia Hadinoto Soedigno juga menyampaikan serupa untuk mengajukan permohonan untuk mengundurkan diri dari posisi jabatan yang diemban di perusahaan anak usaha Garuda Indonesia.
 
Meski demikian, pengajuan pengunduran diri dari dua direksi harus disampaikan terlebih dahulu ke Direksi Garuda Indonesia. Karena, jajaran Direksi Garuda merupakan wakil pemegang saham dari Citilink Indonesia.
 
"Apakah itu diterima atau tidak (pengunduran diri) oleh Direksi Garuda Indonesia, tapi lewat dievaluasi terlebih dahulu," ungkap Benny.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AHL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan