NEWSTICKER
ASABRI - - Foto : ASABRI
ASABRI - - Foto : ASABRI

ASABRI Kapok Investasi Saham Secara Agresif

Ekonomi bumn ASABRI
Annisa ayu artanti • 19 Februari 2020 14:08
Jakarta: PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Persero) atau ASABRI kapok berinvestasi secara agresif pada investasi portofolio saham. Pasalnya terjadi penurunan nilai investasi saham dan reksa dana.
 
Direktur Utama ASABRI Sonny Widjaja mengatakan perusahaan melakukan pemetaan terhadap aset-aset investasi pascasengkarut kasus ASABRI. Kedepannya perusahaan tidak akan melakukan investasi secara agresif melainkan konservatif.
 
"Yang pertama adalah melakukan pemetaan terhadap aset investasi yang tidak produktif dan mengupas investasi dari agresif ke konservatif," kata Sonny dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR-RI, di Komplek Parlementer, Senayan, Jakarta, Rabu, 19 Februari 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sonny mengungkapkan akibat menurunnya nilai investasi saham dan reksa dana itu berdampak pada penurunan aset perseroan hingga Desember 2019. Total aset yang berasal dari pengelolaan program Tabungan Hari Tua (THT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), dan Jaminan Kematian (JKM) pada 2018 lalu sebesar Rp19,4 triliun.
 
Namun dalam laporan keuangan 2019 unaudited, aset terus mengalami penurunan hingga 2019 sebesar Rp10,6 triliun. Lalu aset yang berasal dari Akumulasi Iuran Pensiun (AIP) juga mengalami penurunan dari 2018 sebesar Rp26,9 triliun menjadi Rp18,9 triliun (unaudited).
 
"Penurunan aset terjadi karena penurunan nilai di saham dan reksa dana saham," sebut dia.
 
Untuk portofolio investasi THT, JKK, JKm per Desember 2019, perusahaan berinvestasi melalui instrumen saham sebesar 14,53 persen atau sekitar Rp1,29 trilliun. Sementara untuk reksa dana sebesar 30,57 persen atau 4,16 triliun.
 
Sedangkan untuk investasi AIP perusahaan berinvestasi melalui isntrumentasi saham sebesar 14,54 persen atau sekitar Rp2,48 triliun. Sementara untuk reksa dana 49,6 persen atau senilai Rp4,09 triliun.
 
Berdasarkan catatan Medcom.id, beberapa saham yang menjadi portofolio ASABRI merupakan saham gorengan yang harganya tinggi pada awal IPO, sementara pada saat perdagangan normal harganya bergerak liar dan saat ini harganya anjlok atau menjadi saham gocap.
 
Tiga di antaranya adalah saham PT Inti Agri Resources Tbk (IIKP) harga IPO Rp450 per saham, PT SMR Utama Tbk (SMRU) harga IPO Rp600 per saham, dan PT Hanson Internasional Tbk (MYRX) harga IPO mencapai Rp9.900 per saham.
 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif