NEWSTICKER
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia. FOTO: Medcom
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia. FOTO: Medcom

Bahlil Tak Mau Ungkap Sosok Gubernur Rasa Presiden

Ekonomi investasi bkpm
Eko Nordiansyah • 21 Februari 2020 07:38
Jakarta: Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia tak mau mengungkapkan siapa gubernur rasa Presiden yang dimaksudnya. Padahal dirinya telah menyampaikan adanya gubernur yang merasa seperti Presiden langsung di hadapan Presiden Joko Widodo.
 
"Saya enggak bisa jawab itu ya," kata Bahlil, ditemui di Ritz Carlton, SCBD, Jakarta, Kamis, 20 Februari 2020.
 
Bahlil enggan membocorkan sosok yang dimaksud meski didesak oleh para awak media. Dirinya hanya berjanji jika dalam satu sampai dua hari ini masalah yang bermula dari keengganan gubernur melaksanakan arahan Presiden Jokowi.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya enggak bisa jawab yang mana ya, tolong. Tindak lanjutnya insyaallah semakin baik semuanya. Dalam waktu satu dua hari ini semuanya sudah bisa mengikuti Inpres ya," jelas dia.
 
Bahlil sebelumnya menceritakan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2019 tentang Percepatan Kemudahan Berusaha tidak dilaksanakan oleh kepala daerah. Padahal Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian telah mengeluarkan surat edaran bagi pemerintah daerah.
 
"Namun perlu kami sampaikan secara terhormat mohon maaf Presiden, belum semua bupati melakukan ini. Jadi masih ada satu gubernur yang belum," kata dia, dalam Rakornas Investasi 2020 di Ritz Carlton, SCBD, Jakarta, Kamis, 20 Februari 2020.
 
Dirinya menambahkan ada gubernur di Kalimantan yang enggan menyerahkan kewenangan perizinan kepada Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Padahal sesuai Inpres saja, 22 kementerian/lembaga sudah mendelegasikan perizinan kepada BKPM.
 
"Kemarin saya sengaja bilang bahwa mohon maaf, jangan sampai ada bupati yang merasa seperti Presiden. Ini bahaya juga karena Presiden Indonesia hanya satu, namanya Joko Widodo," pungkasnya.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif