Pedesaan. Foto : MI/RAMDANI.
Pedesaan. Foto : MI/RAMDANI.

Hipmi akan Buat Sentra Ekonomi Pedesaan

Ekonomi ekonomi indonesia
Antara • 04 Februari 2020 14:55
Surabaya: Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) siap melahirkan sentra ekonomi pedesaan untuk mendukung pemerintah dalam memajukan pembangunan desa sebagai pilar kemajuan.
 
"Bagi Hipmi, desa adalah pilar penting ekonomi Indonesia. Jika 74 ribu desa di Indonesia maju dan sejahtera, Indonesia akan menjadi bangsa besar. Hipmi siap membantu pemerintah memajukan desa," kata Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Hipmi Mardani H Maming dikutip dari Antara, Selasa, 4 Februari 2020.
 
Maming mengatakan, dengan jaringan di seantero Nusantara, Hipmi mempunyai infrastruktur lengkap untuk ikut memajukan desa.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya sendiri asalnya juga orang desa, jadi memahami betul perjuangan warga desa. Bahkan, di kepengurusan Hipmi 2019-2022, Hipmi secara khusus mempunyai wakil ketua umum bidang pembangunan desa. Ini wujud keseriusan Hipmi ikut membangun desa, sesuai visi Presiden Jokowi," katanya.
 
Wakil Ketua Bidang Tata Ruang, PU, dan Pembangunan Desa BPP Hipmi M Ali Affandi menambahkan pihaknya senang karena pemerintah memberi perhatian lebih pada pembangunan desa.
 
Alokasi dana desa dari APBN sepanjang 2015-2019 sudah mencapai Rp257 triliun. Kemudian, pada 2019-2024, dana desa ditargetkan menembus Rp400 triliun. Khusus 2020, dana desa mencapai Rp72 triliun.
 
"Di tengah tantangan perlambatan ekonomi, kucuran dana desa akan menjadi stimulus bagi pergerakan ekonomi rakyat,” ujar Andi, sapaan akrab Ali Affandi.
 
Andi memaparkan, sejumlah strategi disiapkan Hipmi untuk ikut memajukan desa. Di antaranya adalah mengoptimalkan efektivitas dana desa.
 
Hipmi juga bisa mendampingi perangkat desa dalam menyusun program ekonomi yang bisa berdampak besar bagi desa, terutama untuk melahirkan sentra ekonomi baru di desa.
 
"Kami terbiasa mengoptimalkan sumberdaya terbatas untuk hasil optimal. Low cost, high profit. Kalau konteks dana desa tentu low cost, high impact. Hipmi bisa memetakan potensi desa yang bisa diakselerasi dengan dana desa, atau bermitra dengan anggota Hipmi, agar banyak lahir sentra ekonomi baru yang menyejahterakan warga," kata Andi yang juga mantan ketua Hipmi Jatim.
 
Andi berharap, upaya Hipmi ini bisa mengurangi disparitas ekonomi desa-kota, sebab selama ini jumlah penduduk miskin desa jauh lebih besar dibanding perkotaan.
 
Jumlah penduduk miskin di desa 12,85 persen atau 15,15 juta jiwa. Adapun penduduk miskin kota 6,69 persen atau 9,9 juta jiwa.
 
"Kami juga berharap bisa mengurangi disparitas kualitas SDM antara desa dan kota," katanya.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif