"Pada kuartal I 2014, kami menargetkan penjualan smartphone sebesar 1,5 juta. Saat ini, realisasinya telah mencapai 75 persen," ungkap Janto Djojo, Chief Marketing Officer Evercoss, di Jakarta, Senin (3/3). Karenanya, perusahaan meluncurkan smartphone terbaru untuk kelas premium bernama Elevate A66s kemarin yang dipasang dengan harga Rp2,5 juta.
Janto memperkirakan akan ada lagi dua produk terbaru yang akan diluncurkan Evercoss hingga akhir tahun. Untuk pasar yang dituju, kelas bawah atau premium, pihaknya masih akan menghitung dengan hasil penjualan Elevate. Saat ini, pengiriman Elevate baru sebanyak 50 ribu unit.
Sekadar informasi, produk sejuta umat Evercoss saat ini masih dipegang A7T yang diluncurkan pada Januari 2014. Maklum, pasar yang disasar ialah kelas bawah. Harganya dibanderol terbilang murah yakni Rp750 ribu.
Dampak pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat turut memengaruhi harga jual produk. Soalnya, meski merupakan perusahaan nasional, saat ini Evercoss masih mendatangkan produk dari luar negeri. Mencegah dampak pelemahan lebih lanjut, perusahaan tengah membangun pabrik perakitan di Semarang, Jawa Tengah.
"Tahun ini, pabrik itu sudah beroperasi. Dengan demikian, beban biaya bisa diturunkan," tutur Janto. Tapi, ia tidak menyampaikan besaran penurunan beban biaya dengan hadirnya pabrik tersebut.
Selain itu, Evercoss tengah membidik negara di Asia Tenggara untuk memperluas penjualan. Janto menargetkan tahun ini perusahaan telah memasuki negara yang masih dirahasiakan tersebut sebagai tujuan ekspansi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News