?Baznas DKI Salurkan Beasiswa Rp13,5 Miliar. Foto: dok Baznas DKI.
?Baznas DKI Salurkan Beasiswa Rp13,5 Miliar. Foto: dok Baznas DKI.

Baznas DKI Salurkan Beasiswa Rp13,5 Miliar

Ekonomi BAZNAS
Eko Nordiansyah • 09 Desember 2019 10:12
Jakarta: Baznas (Bazis) DKI Jakarta meluncurkan Program Masa Depan Jakarta (MDJ), yaitu program pemberian bantuan biaya Pendidikan (beasiswa) bagi para mahasiswa penduduk Jakarta yang tidak mampu tetapi belum mendapatkan beasiswa dari lembaga manapun.
 
Program ini berhasil menjaring 2.264 mahasiswa Jakarta dari berbagai perguruan tinggi di Jabodetabek. Para penerima bantuan akan menerima sebesar Rp500 ribu setiap bulan, yang akan diberikan setiap tiga bulan sekali sehingga dalam satu tahun masing-masing mahasiswa ini akan mendapat bantuan sebesar Rp6 juta.
 
"Artinya, dalam satu tahun, Baznas (Bazis) DKI Jakarta akan mengeluarkan total bantuan beasiswa kepada mahasiswa sebesar Rp13,58 miliar," kata Wakil Ketua 2 Baznas (Bazis) DKI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saat Suharto dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin, 9 Desember 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain bantuan berupa biaya pendidikan, Suharto menambahkan, para peserta juga akan diberikan pembinaan dan mentoring serta peningkatan kapasitas lainnya agar mereka menjadi sumber daya manusia (SDM) yang lebih baik dan mampu bersaing di tengah kompetisi global.
 
Untuk mengembangkan minat bisnis di kalangan pelajar, Baznas (Bazis) DKI juga menggelar Jakarta Baznas (Bazis) Entrepreneur Empowerment atau Jakbee Bisnis Proposal yang merupakan kompetisi bisnis di tingkat pelajar SMP dan SMU/SMK. Saat ini terpilih 26 tim yang berkompetisi di final tingkat provinsi.
 
"Kegiatan ini diselenggarakan untuk menumbuhkan jiwa-jiwa entrepreneur di kalangan pelajar sehingga ke depan mereka diharapkan bisa menciptakan lapangan-lapangan kerja baru sehingga bisa membantu pemerintah mengurangi angka pengangguran di ibu kota," jelas dia.
 
Selain itu, ada pula ajang hackathon yang merupakan kompetisi di tingkat mahasiswa untuk ikut mencarikan solusi berbasis teknologi dan aplikasi terhadap permasalahan yang dihadapi oleh masayarakat Jakarta. Terdapat empat kategori yang diikutsertakan yaitu kesehatan, kemiskinan, pelayanan publik dan lingkungan hidup.
 
Terdapat 60 proposal dari 60 tim mahasiswa yang berasal dari perguruan tinggi di Jabotabek, seperti UI, IPB, UIN, dan UMJ. Bahkan ada tim yang berasal dari UGM dan Amikom Yogyakarta. Adapun penjurian final dilakukan terhadap 12 tim terbaik yang terseleksi dari penjurian inisial.
 
"Mereka diberi kesempatan mempresentasikan karya merea di hadapan para juri yang terdiri dari para ahli dan praktisi IT. Di sini mereka bukkan hanya dinilai dari aspek teknis IT-nya saja, tetapi juga aspek ekonomi dan dampaknya bagi masyarakat," pungkasnya.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif