Direktur Jenderal (Dirjen) Industri Kecil, Menegah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih. FOTO: Medcom.id/Kautsar Widya.
Direktur Jenderal (Dirjen) Industri Kecil, Menegah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih. FOTO: Medcom.id/Kautsar Widya.

Program Pusat Material Dorong Efisiensi Pelaku IKM

Ekonomi industri kecil menengah kementerian perindustrian
Ilham wibowo • 10 Oktober 2019 11:18
Jakarta: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tengah giat mengembangkan beragam program Goes Digital untuk pemberdayaan pelaku Industri Kecil Menengah (IKM). Satu di antaranya yakni pengembangan Material Center yang menggunakan sistem Internet of Things (IoT).
 
Direktur Jenderal (Dirjen) Industri Kecil, Menegah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih mengatakan program pusat material ini hasil kerja sama antara pemerintah dengan industri besar. Tujuannya, proses pembelian bahan baku dapat lebih efisien menggunakan sistem online.
 
"Program Material Center ini mendorong agar IKM membeli produk bahan baku dengan harga sama baik pembelian banyak maupun sedikit, kemudian para IKM bisa mendapatkan bahan baku terbaik dengan harga standar, meski melakukan pembelian dalam jumlah sedikit, sehingga bisa meningkatkan daya saing IKM dan harga barang dihasilkan kompetitif di pasar global," ucap Gati melalui keterangan tertulis Kamis, 10 Oktober 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Gati, saat ini pengembangan Material Center sudah diuji coba di Tegal dan Jawa Tengah sudah terbukti dalam pemenuhan bahan baku tidak lagi memerlukan minimum quantity yang mengharuskan IKM membeli bahan baku dalam jumlah sangat banyak yang ditentukan oleh pemasok.
 
Jadwal pengiriman serta pengambilan bahan baku di Material Center telah ditentukan dengan teratur, sehingga memudahkan IKM mempersiapan produksi dan proses produksi menurut waktu yang ditentukan.
 
"Dengan program ini, pengambilan bahan baku sudah ditentukan. Kemudian harga bahan baku di tingkat pemasok juga harus sama dengan harga di Material Center. Kami harapkan, Material Center ini bisa berjalan secara maksimal dan menyeluruh pada 2020," ujar Gati.
 
Program Material Center yang menggunakan sistem IoT sekaligus berfungsi sebagai sistem pengawasan yang memudahkan pemerintah maupun konsumen mengawasi kinerja IKM maupun Material Center. Dengan program ini pula, pemerintah diharapkan mampu mengetahui permasalahan yang terjadi dalam proses produksi dan transaksi IKM bersama Material Center.
 
"Misalnya lembaran satu plat baja. Dari satu plat dihitung misalnya bisa jadi 10 komponen otomotif. Ternyata, dari satu plat tidak jadi 10, misanya cuma jadi empat, itu bisa terlacak. Berarti ada permasalahan, real time bisa diketahui apa masalahnya," jelasnya.
 
Transaksi yang dilakukan di Material Center berupa non-tunai, karena itu pemerintah menggandeng beberapa startup pembayaran agar memudahkan pengawasan dan mempercepat proses transaksi. Dengan sistem ini diharapkan akan mampu meningkatkan efisiensi dan efektivitas produksi IKM.
 
Diharapkan dengan peningkatan produktivitas, daya saing IKM dapat turut meningkat. "Jadi semuanya cashless dan juga paperless. Controling itu lebih bisa dikendalikan, semua menggunakan IoT," pungkasnya.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif