Mentan Syahrul Yasin Limpo menyambut peluang peningkatan ekspor produk pertanian RI ke Arab Saudi. Foto: dok Kementan.
Mentan Syahrul Yasin Limpo menyambut peluang peningkatan ekspor produk pertanian RI ke Arab Saudi. Foto: dok Kementan.

Ekspor Produk Pertanian RI ke Arab Saudi Diupayakan Meningkat

Ekonomi pertanian indonesia-arab saudi
Ilham wibowo • 13 Desember 2019 10:11
Jakarta: Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo siap menyambut peluang peningkatan ekspor produk pertanian Indonesia ke Arab Saudi. Terlebih produksi pangan di Tanah Air telah memiliki sertifikat halal.
 
"Saya menjamin semua komoditas pertanian bisa kami ekspor ke Arab Saudi seperti unggas, ayam, produk olahan ayam, beras dan tentunya semua telah memiliki sertifikat halal mengingat Indonesia memiliki jumlah penduduk muslim terbesar di dunia," kata Syahrul melalui keterangan tertulisnya, Jumat, 13 Desember 2019.
 
Syahrul telah bertemu langsung dengan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Essam bin Abed Al-Thaqafi. Sejumlah rencana kolaborasi dibahas terutama dalam peningkatan ekonomi kedua negara baik perdagangan maupun produksi pangan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Perdagangan dan Hubungan Internasional Banun Harpini menerangkan bahwa berbagai komoditas pertanian dapat kita ekspor ke negara Arab Saudi salah satunya adalah beras. Saat ini Arab Saudi juga masih mengimpor kebutuhan berasnya dari Thailand, India, dan Amerika.
 
"Kami akan mengekspor beras ke Arab Saudi, paling tidak beras yang akan ekspor bisa digunakan untuk kebutuhan makan para jamaah haji dan umrah kita di sana," kata Banun.
 
Selain beras, produk ayam beku juga akan ditawarkan untuk bisa diekspor ke Arab Saudi lantaran telah menghentikan impornya dari Brasil. Pemerintah Arab Saudi tak mau masyarakatnya terkontaminasi bakteri salmonella dari ayam asal Brasil.
 
"Untuk itu nantinya Indonesia bisa menggantikan pasar ayam beku untuk Arab Saudi," ujar Banun.
 
Produk hortikultura RI juga ditawarkan untuk bisa masuk ke Arab Saudi. Banun menyampaikan bahwa beragam produk yang potensial telah dikembangkan untuk di ekspor seperti pisang cavendish dan nanas yang hanya tumbuh di negara tropis.
 
Dalam pertemuan tersebut Arab Saudi juga menyampaikan bahwa pihaknya akan memberikan kesempatan kepada pemerintah Indonesia untuk dapat memperkenalkan produk-produk pertanian Indonesia melalui pameran yang akan di gelar oleh kedutaan Arab Saudi di Jakarta pada Januari 2020.
 
"Selanjutnya direncanakan pada Februari Kementerian Pertanian secara resmi akan mengunjungi Arab Saudi sebagai tindaklanjut kerja sama perdangangan produk-produk pertanian," ucap Banun.
 
Sementara itu, Duta Besar Arab Saudi Essam bin Abed Al-Thaqafi menyatakan bahwa pihaknya sangat tertarik dengan keunggulan produk pertanian Indonesia. Rencananya dalam waktu dekat akan dilaksanakan MoU antara Kementerian Pertanian Indonesia dengan Arab Saudi.
 
"Melalui pertemuan ini kami mengundang Menteri Pertanian dan jajaranya untuk dapat berkunjung langsung ke negara kami (Arab Saudi) guna membahas lebih lanjut terkait peningkatan hubungan kerja sama ini," ungkapnya.
 
Selain itu ada beberapa hal yang akan pula dibahas dalam kerja sama MoU tersebut terkait peningkatan produksi bidang pertanian. Beragam agenda telah disusun seperti pelatihan bagi para petani termasuk ekspor mesin dan alat pertanian yang dibutuhkan oleh pasar Arab Saudi.
 
"Kami meminta untuk dapat menyampaikan draf MoU yang akan dibahas lebih lanjut pada pertemuan selanjutnya," pungkasnya.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif