Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. FOTO: MI/BARY FATHAHILAH
Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. FOTO: MI/BARY FATHAHILAH

Luhut Ingin Ada Pangkalan Nelayan di Natuna

Ekonomi Laut Natuna Utara
Antara • 09 Januari 2020 14:04
Jakarta: Pemerintah berencana membangun pangkalan nelayan di perairan Natuna Utara, Kepulauan Riau. Rencana untuk membuat pangkalan kapal ikan di Natuna bukan hal baru dengan pangkalan itu akan dibangun guna memfasilitasi nelayan asal Pantai Utara Jawa yang akan direlokasi untuk berlayar di sana.
 
Sayangnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, rencana itu belum juga terrealisasi hingga saat ini. "Tadi (dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan/KKP) kita ulangi desain Natuna. Nanti ada pangkalan ikan," kata Luhut, seperti dikutip dari Antara, Kamis, 9 Januari 2020.
 
"Dulu kan mau dibuat tapi enggak tuntas itu. Dulu letaknya itu juga di selatan, kita mau di utara, lebih dekat dengan itu (perbatasan)," tambah Luhut, di Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Jakarta.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Luhut mengatakan nantinya ukuran kapal di perairan yang belakangan ramai diperbincangkan karena dimasuki kapal Tiongkok itu juga akan ditentukan bisa di atas 30 GT. Untuk mendukung kegiatan operasional, kapal tanker Pertamina diharapkan bisa ditempatkan di sana sehingga pengisian bahan bakar (refuelling) bisa dilakukan di tengah laut.
 
Sebelumnya, Luhut mengatakan rencana untuk menempatkan nelayan-nelayan Indonesia, khususnya dari Pantai Utara Jawa (Pantura) ke Natuna telah disampaikan sejak lama. Sayangnya, pangkalan nelayan di kawasan itu tidak pernah siap.
 
Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD juga mendorong kapal perikanan asal Pantai Utara (Pantura) Jawa beroperasi di Laut Natuna/Laut China Selatan.
 
Kebijakan itu dalam rangka meningkatkan aktivitas di laut yang masuk wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia dan meningkatkan patroli keamanan laut akibat masuknya kapal ikan Tiongkok ke wilayah tersebut.
 

(ABD)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif