Ilustrasi. Foto : MI/Panca Syaukarni.
Ilustrasi. Foto : MI/Panca Syaukarni.

Pelabuhan Patimban Ubah Peta Industri Manufaktur RI

Ekonomi pelabuhan patimban
Ilham wibowo • 26 September 2019 22:06
Jakarta: Kehadiran Pelabuhan Internasional Patimban di Kabupaten Subang, Jawa Barat bakal mengubah peta industri manufaktur Indonesia yang akan meluas dari Jakarta hingga Cirebon. Fasilitas angkut barang ini diyakini jadi lokasi paling efisien di kawasan Asia Pasifik.
 
"Sekarang kawasan industri berkembang dari Jakarta sampai Cikampek, tapi ada trigger baru yang namanya Pelabuhan Patimban," kata Ekonom senior Cyrillus Harinowo ditemui dalam sebuah diskusi di Menara BCA, Jakarta Pusat, Kamis, 26 September 2019.
 
Pelabuhan itu direncanakan akan dibangun dengan kapasitas 2,74 juta peti kemas (TEU) ini telah dikaji sejak 20 tahun yang lalu oleh para peneliti industri internasional. Menurut Harinowo, beragam variabel juga dipelajari untuk bisa mengungkap potensi sebenarnya dari Pelabuhan Patimban di masa yang akan datang.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Indonesia punya variabel yang cocok, jumlah penduduk yang besar dan kira-kira lima tahun lalu pemerintah Jepang mulai bicara dengan Indonesia akan membuat pelabuhan," paparnya.
 
Investasi pun mulai masuk dala. membangun proyek tahap pertama yang diproyeksikan rampung 2020 untuk Car Terminal. Pengembangan pelabuhan yang diperkirakan mencapai 43,22 triliun rupiah di atas lahan sebesar 300 hektare ini telah sepakat diselesaikan hingga 2036.
 
"Pelabuhan mobil harusnya siap tahun ini untuk 250 ribu mobil dan nanti di ujungnya 2036 pelabuhan untuk 600 ribu mobil per tahun. Ini rencana awal yang saya yakin akan besar," ujarnya.
 
Adapun pembangunan Pelabuhan Patimban tahap pertama direncanakan akan dapat melayani 3,5 juta TEU dan ekspor hingga 600.000 kendaraan bermotor (CBU). Tahap selanjutnya kapasitas pelayanan akan ditingkatkan menjadi 5,5 juta TEU hingga meningkat kembali 7,5 juta TEU untuk tahap terakhir.
 
"Tanjung Priok saja setelah 140 tahun berdiri baru bisa menangani 7,2 juta kontainer dan Pelabuhan Patimban ini pembangunannya sangat kencang," ujarnya.
 
Harinowo mengaku tahu pasti progres pengerjaan pelabuhan yang bisa mengurangi tingkat kepadatan lalu lintas di Jakarta itu tengah dikerjakan dengan serius. Fasilitas pelabuhan juga didesain khusus untuk bisa mengakomodasi kapal dengan ukuran terbesar di dunia.
 
"Kenapa saya tahu, karena satu nasabah kami perusahaan kapal pengangkut semen, empat kapal disewa oleh kontraktornya dari Jepang dan dari empat itu satu kapal dijadikan kapal induk lepas pantai Patimban kemudian wara-wiri melakukan pengerjaan," ungkap Komisaris Independen BCA ini.
 
Kehadiran fasilitas Pelabuhan Patimban ini bahkan sudah diincar jauh-jauh hari oleh industri otomotif yang gencar mendirikan pabrik di kawasan Cikampek. Langkah perusahan melakukan ekspansi diyakini akan lebih kompetitif lantaran rampungnya akses baru.
 
"Ini baru awal, kawasan industri sedang berapi-api, kalau sekarang industri hanya dari Jakarta sampai Cikampek, nanti dari Cikampek sampai Cirebon dan ini dinamakan Cipali koridor," tuturnya.

 

(SAW)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif