Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong. (FOTO: dok BKPM)
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong. (FOTO: dok BKPM)

Kepala BKPM Klarifikasi Kondisi Indonesia ke Investor Jepang

Ekonomi bkpm indonesia-jepang
Ade Hapsari Lestarini • 30 Mei 2019 11:30
Jakarta: Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong mengunjungi Jepang untuk menindaklanjuti rencana investasi beberapa perusahaan Jepang yang saat ini sudah berjalan di Indonesia.
 
Selain itu Lembong juga melakukan koordinasi kondisi ekonomi pascapemilu. Dalam kunjungannya selama empat hari, tercatat tindak lanjut rencana investasi di bidang infrastruktur, industri kimia, real estate, startup, dan kerja sama perbankan.
 
Selama lima tahun terakhir Jepang telah menjadi investor kedua terbesar di Indonesia dengan mayoritas proyeknya di sektor infrastruktur, transportasi, serta listrik, gas, dan air.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pembangunan infrastruktur menjadi salah satu prioritas utama pada pemerintah Pak Jokowi, dan selama itu pula Jepang telah menjadi investor besar bagi pembangunan tersebut," jelas Lembong dalam acara Grant Thornton Seminar, Tokyo, seperti dikutip dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Kamis, 30 Mei 2019.
 
Pada kesempatan tersebut, Kepala BKPM juga menyampaikan arah kebijakan pemerintah untuk lebih tanggap terhadap tantangan ekonomi makro dan mikro, serta meyakinkan investor terkait kondisi keamanan di Indonesia.
 
"Jika kita lihat kondisi di Indonesia beberapa hari terakhir terjadi demonstrasi. Tidak perlu khawatir, karena demonstrasi terjadi di belahan dunia mana pun. Saya yakin kondisinya akan berangsur membaik dalam beberapa hari ke depan," lanjutnya.
 
Pertemuan dengan beberapa perusahaan besar di Jepang menghasilkan kesepakatan penting, di antaranya melanjutkan pembangunan proyek MRT tahap dua, realisasi Transit Oriented Development (TOD) di Jakarta, serta rencana pembangunan infrastruktur tahan bencana.
 
Selain mempromosikan Indonesia sebagai negara untuk berinvestasi, Lembong juga berdiskusi terkait hambatan yang dihadapi oleh para investor. Salah satu solusi yang ditawarkan melalui pembentukan Cilegon Business Council oleh BKPM dan Kementerian Perindustrian untuk mendorong pengembangan Kota Cilegon sebagai Mother of All Industry City.
 
Direktur Promosi Sektoral BKPM Imam Soejoedi menambahkan bahwa Jepang sejak lama merupakan negara yang sangat penting bagi Indonesia dalam hal investasi.
 
"Sebagai Director in Charge untuk Asia Timur, kami senantiasa menjalin komunikasi aktif dan memberikan fasilitasi bagi perusahaan-perusahaan Jepang bersama Tim di Jakarta bekerja sama dengan Kantor Perwakilan IIPC BKPM di Tokyo," jelas Direktur yang pernah menjabat sebagai Kepala Kantor IIPC Seoul selama lima tahun tersebut.
 
Pejabat Promosi Investasi dari Indonesia Investment Promotion Center (IIPC) Tokyo Rakhmat Yulianto menyampaikan tiga tahapan yang diberikan bagi para investor yaitu investment planning, investment realization, dan after-care.
 
"Kami di IIPC Tokyo memberikan tiga tahapan service tersebut sebagai jembatan antara bisnis dan pemerintah untuk terus meningkatkan realisasi investasi dengan turut membangun iklim investasi yang kondusif," ujarnya.
 
Menurut data BKPM, Jepang merupakan negara investor kedua terbesar di Indonesia dalam kurun waktu 2014 sampai triwulan I-2019 dengan total realisasi investasi mencapai USD22,1 miliar.
 
Investasi asal Jepang didominasi sektor peralatan transportasi dan transportasi lainnya (28 persen); listrik, gas dan air (20 persen); perumahan, kawasan industri dan perkantoran (10 persen); serta mesin, elektronik, peralatan kesehatan, optik (tujuh persen) dengan wilayah terbesar berada di Pulau Jawa (93 persen) dan Sumatera (lima persen).
 
Sedangkan realisasi investasinya di triwulan I-2019 ini mencapai USD1,13 miliar, USD1,36 miliar di triwulan I-2018, dan USD1.199,2 juta pada 2018.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif