Emil Salim. FOTO: MI/SUSANTO
Emil Salim. FOTO: MI/SUSANTO

Emil Salim: Pemusnahan 20 Ribu Ton Beras Kekeliruan

Ekonomi beras stok beras bulog
Antara • 04 Desember 2019 15:05
Jakarta: Ekonom senior dan cendekiawan Emil Salim menilai adanya 20 ribu ton beras yang harus dimusnahkan oleh Perum Bulog membuktikan adanya kekeliruan dalam hal kebijakan pangan di Indonesia. Diharapkan kondisi semacam ini tidak terjadi lagi di masa yang akan datang.
 
"Ini kan berarti kebijakan pangan, produksi pangan, perdagangan pangan dan impor pangan tidak berada pada jalur yang benar," kata Emil Salim, seperti dikutip dari Antara, di Jakarta, Rabu, 4 Desember 2019.
 
Ia mempertanyakan hal yang menyebabkan stok-stok beras yang berada di Bulog itu menjadi busuk. Sebab hal itu menunjukkan adanya perkiraan untuk pengadaan stok beras yang keliru sehingga tidak terpakai.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pihak yang dirugikan atas hal ini tentu termasuk petani. Apalagi kalau ada impor, tentu nantinya akan memengaruhi harga dan itu merugikan petani," kata guru besar bidang ekonomi Universitas Indonesia itu.
 
Bahkan, ia memerhatikan nilai tukar petani dan palawija dalam empat tahun terakhir yang menunjukkan nilai yang diterima petani lebih kecil dari yang dibayarkan termasuk biaya hidup. Sehingga dalam empat tahun terakhir, nilai tukar petani justru merugikan petani itu sendiri dan hal ini lah yang perlu diperbaiki ke depan.
 
Selain itu, dalam keadaan merugikan petani, harga beras Indonesia di luar negeri malah menunjukkan angka lebih mahal dibandingkan beras Vietnam sehingga hal itu cukup membingungkan. "Nah kalau di sini petani rugi sedangkan beras dijual lebih mahal di luar negeri, lalu surplusnya ke mana? Ditambah lagi stok beras lantas juga dimusnahkan," ujar dia.
 
Keadaan tersebut seharusnya perlu dikaji lebih jauh karena ditakutkan terdapat hal-hal yang tidak beres termasuk kajian terkait penyebab stok beras sampai tidak layak dan mesti dimusnahkan. Termasuk pula kaitannya dengan ada tidaknya impor beras beserta harga yang ditetapkan atas beras Indonesia di dalam dan di luar negeri juga perlu dikaji.
 
Sebelumnya, Perum Bulog meminta Pemerintah melalui Kementerian Keuangan untuk mengalokasikan anggaran kepada BUMN tersebut untuk kebijakan disposal atau pembuangan beras yang sudah mengalami penurunan mutu.
 
Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Tri Wahyudi Saleh menyebutkan setidaknya 20 ribu ton beras dari stok cadangan beras pemerintah akan dimusnahkan. Stok beras tersebut senilai Rp160 miliar dengan rata-rata harga pembelian di petani Rp8.000 per kilogram.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif