10 Importir Nakal Bawang Merah Langgar Kepmentan
Bawang Merah (ANT/M Agung Rajasa).
Jakarta: Kementerian Pertanian (Kementan) menjelaskan lima importir yang telah ditutup untuk mendapatkan Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RPIH) bawang merah, lantaran telah melanggar Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomer 105 Tahun 2017, tentang Karateristik Bawang Bombai yang dapat diimpor.

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura Kementan Yasid Taufik mengungkapkan berdasarkan hasil audit Direktorat Jenderal (Dirjen) telah terbukti ukuran yang diimpor tidak sesuai dengan aturan yang ada.

"Hasil audit Dirjen telah melanggar ketentuan itu (Kepmentan Nomer 105 Tahun 2017). Kalau tidak sesuai dengan kepentingan akan dikenakan sanksi, ya tentunya di black list," ujarnya saat dihubungi Medcom.id, Jakarta, Senin, 25 Juni 2018.

Ia menambahkan pihaknya belum mengetahui penyebab lima perusahan melanggar peraturan, namun pihaknya telah berusaha untuk mencegah stakeholder agar tidak melanggar peraturan yang telah ada.

Selain itu, wilayah yang telah terbukti distribusikan bawang bombai tidak sesuai ukuran atau yang menyerupai bawang merah, ialah Tanjung Perak dan Belawan Sumatera Utara. Sedangkan wilayah lainya belum dapat dipastikan bebas dari bawang merah tiruan.

"Tanjung perak dan Belawan Sumatera Utara. Sementara belum dapat ditentukan semua pasar, tapi kita akan terus melakukan monitoring," tambahnya.

Sebelumnya Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomer 105 Tahun 2017, tentang Karateristik Bawang Bombai yang Dapat Diimpor, menjelaskan ukuran umbi dengan diameter lima sentimeter dihitung dari satu sisi ke sisi lainya melalui titik tengah lingkaran pada umbi yang dipotong melintang.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan impor bawang bombai mini ditutup lantaran secara morfologis bentuknya menyerupai bawang merah lokal sehingga berpotensi mengelabui konsumen dan merugikan petani lokal.

"Karena begitu masuk pasar. bawang bombai mini ini dijual sebagai bawang merah dengan harga jauh lebih murah. Akibatnya harga bawang merah lokal anjlok drastis," imbuh Amran.

Menurutnya produksi bawang merah dalam negeri per tahun dengan volume 1,45 juta ton sudah mencukupi kebutuhan konsumsi yang berkisar 1,2 juta ton. Bahkan, Amran mengklaim Indonesia telah mampu mengekspor lebih dari 7.750 ton ke berbagai negara seperti Thailand, Vietnam, Filipina, Singapura, Timor Leste, dan Taiwan pada 2017.

Mentan juga mem-black list lima importir bawang putih yang melanggar aturan, total 10 Perusahan importir nakal. Sementara Satgas Pangan menindak ratusan kasus bahan pokok dan non bahan pokok dengan tersangka sekitar 409 orang.

"Jika menemukan bawang bombai merah berukuran kecil, segera laporkan kepada Satgas Pangan atau instansi berwajib untuk ditindaklanjuti," pungkasnya.



(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id