Ilustrasi. Antara/Puspa Perwitasari
Ilustrasi. Antara/Puspa Perwitasari

Tiongkok Melemah, Komoditas Indonesia Harus Bangkit

Husen Miftahudin • 18 Maret 2015 11:35
medcom.id, Jakarta: World Bank Lead Economist for Indonesia Ndiame Diop memperkirakan, ledakan komoditas Tiongkok dalam beberapa tahun ini akan melemah. Pasalnya, perekonomian negeri Tirai Bambu tersebut pada 2014 turun menjadi 7,4 persen dan diperkirakan akan kembali turun pada tahun-tahun berikutnya.
 
Menurut dia, hal ini berimplikasi besar pada impor Indonesia dari Tiongkok. Selama beberapa bulan terakhir, perkembangan impor Indonesia terhadap Tiongkok cukup mendatar, bahkan menurun sebanyak 1,7 persen pada akhir 2014 kemarin. Lebih parah, pada Februari 2015, impornya menurun hingga 4,8 persen.
 
"Ini artinya, efek Tiongkok di triwulan sebelumnya menjadi penting untuk perekonomian di Indonesia. Selama beberapa bulan kebelakang, komoditas Indonesia malah justru meningkat meski hanya satu persen," ujar Ndiame dalam Laporan Triwulan World Bank tentang Perkembangan Ekonomi di Indonesia di Energy Building, Jalan Jenderal Sudirman Kav 11 A, Kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Rabu (18/3/2015).

Namun, lanjut dia, jika melihat secara mendetail, ekspor pada sektor manufaktur Indonesia mengalami penurunan. Meski nilainya kecil, namun hal itu juga dapat mempengaruhi neraca komoditas Indonesia.
 
"Penurunan (perekonomian Tiongkok) ini bukan menjadi pertumbuhan yang tinggi buat Indonesia. Para pembuat kebijakan harus melihat hal ini dengan mengeluarkan kebijakan baru agar dapat meningkatkan pertumbuhan yang potensial dengan ini," ujar dia.
 
Dia menambahkan, walaupun nilai mata uang rupiah menurun terhadap dolar Amerika Serikat (USD) selama delapan bulan terakhir, namun pelemahan tersebut tak berdampak pula kepada mata uang dunia lainnya. Menurut dia, mata uang Garuda ini justru menguat kepada mata uang non-USD.
 
"Nilai rupiah relatif dihargai terhadap mata uang lain. Artinya, nilai jasa dan barang Indonesia lebih murah dari dolar dan ini jadi kesempatan bagus untuk meningkatkan ekspor untuk meningkatkan perekonomian," pungkas Ndiame.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(WID)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan