"BI kurang responsif, setelah panik baru (bertindak)," ujar Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Hariyadi Sukamdani saat ditemui di Gedung Permata Kuningan, Jalan Kuningan Mulia, Jakarta Selatan, Selasa 16 Desember 2014.
Diketahui, BI sudah melakukan intervensi atas melemahnya nilai tukar rupiah. BI juga melakukan pembelian surat berharga negara di pasar sekunder sebagai langkah stabilisasi di pasa keuangan, serta melakukan intensitas pengelolaan likuiditas di pasar rupiah.
Namun, ujar Haryadi, langkah-langkah tersebut harusnya dilakukan saat rupiah masih berada di atas Rp12.500 per dollar.
"Seharusnya kemarin pas di atas Rp12.500 harus ada treatment. Dan ini jangkanya pendek, orang ramai karena mau 22 Desember," sebut dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News