222 Kapal Bakal Direlokasi dari Tanjung Benoa
Tanjung Benoa. MI/RAMDANI.
Jakarta: Kawasan Tanjung Benoa, Bali bakal ditatata untuk menyambut gelaran Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia (World Bank) 2018. Sebanyak 222 kapal yang bersandar di kawasan tersebut bakal turut direlokasi.

"Kita lakukan (pemindahan) supaya pelabuhannya aman dan lebih rapih, menurut data tadi ada 222 kapal di Benoa," Deputi III Koordinasi Infrastruktur Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Ridwan Djamaluddin ditemui di kantornya, Jakarta, Senin, 20 Agustus 2018.

Ridwan mengatakan di antara kapal tersebut merupakan milik warna negara asing hasil sitaan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Meski tak rinci ihwal lokasi pemindahan, keberadaan kapal kapal nelayan ilegal itu dianggap menagganggu lantaran telah berbulan-bulan bersandar di Tanjung  Benoa.

"Kalau dipakainya Kementerian Kelautan kan nanti, pelabuhan itu pelabuhan oprasional, tapi kita mau lebih aman, nanti kalau ada kebakaran bingung," ungkapnya.

Ia melanjutkan, pelabuhan Benoa juga bakal turut dipercantik. Peningkatan fasilitas terminal penumpang untuk rampung sebelum gelaran acara pada 12-14 Oktober 2018 itu dikeejakan Pelindo III.

"Dirapihkan, enggak mudah menanganinya karena kapalnya bertumpuk tumpuk," tuturnya.

Proyek revitalisasi pelabuhan Benoa ini pun telah dikerjakan sejak Februari 2018 untuk bisa menampung 3.500 turis asing. Nantinya, kapal pesiar dengan kapasitas terbesar bisa bersandar untuk keperluan delegasi IMF-WB.  "Kami mau rapih pada waktu acara IMF-WB," tandasnya.



(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id